Cerita.co.id melaporkan, PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) mengambil langkah signifikan dalam memperluas jangkauan bisnis maritimnya ke kancah internasional, khususnya di Tiongkok. Perusahaan ini baru saja menjajaki potensi kerja sama strategis dengan lima entitas maritim terkemuka di Negeri Tirai Bambu, sebuah inisiatif yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai pada Minggu (9/8/2026).
Pertemuan bisnis krusial tersebut, yang berlangsung di Shanghai, mempertemukan PMSol dengan Zhejiang Weihai Crew Management, Seahero International Ship, Taihua Shipping Management, Hanson Holding, dan Shanghai Yongyin Shipping Service. Kelima perusahaan ini dikenal sebagai pemain kunci di berbagai segmen industri pelayaran Tiongkok, mulai dari manajemen awak kapal, logistik kru, hingga investasi maritim. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah maritim global.
Direktur Utama Pertamina Marine Solutions, Joko Pramono, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memanfaatkan peluang kolaborasi di sektor pelayaran global. "Kami sangat menghargai dukungan KJRI Shanghai yang telah membuka jalan bagi pertemuan langsung dengan para pemimpin industri maritim Tiongkok. Ini adalah fondasi penting untuk membangun jaringan bisnis dan menjajaki kemitraan yang saling menguntungkan, terutama dalam penyediaan tenaga pelaut dan layanan maritim lainnya," ungkap Joko.

Related Post
Joko lebih lanjut menyoroti peluang besar yang muncul dari meningkatnya permintaan akan tenaga pelaut di Tiongkok, di tengah keterbatasan pasokan domestik. Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dengan sumber daya pelaut yang sangat kompeten dan diakui secara global. Dengan rekam jejak PMSol dalam pengelolaan awak kapal serta penyediaan layanan maritim terintegrasi, perusahaan optimis dapat menjadi mitra strategis yang ideal bagi perusahaan-perusahaan pelayaran Tiongkok dalam memenuhi kebutuhan tenaga pelaut dan mengembangkan kerja sama bisnis maritim lainnya.
Ekspansi ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di pasar maritim internasional tetapi juga membuka pintu bagi peningkatan devisa dan penyerapan tenaga kerja pelaut Indonesia di kancah global. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memajukan industri maritim nasional.









Tinggalkan komentar