Cerita.co.id – Sebuah keunikan dalam penamaan produk otomotif baru-baru ini menyita perhatian di pasar Indonesia. BAIC T1, mobil listrik perdana dari BAIC yang resmi mengaspal di Tanah Air sejak Juli 2026, ternyata berbagi nama model yang sama persis dengan kendaraan buatan Jetour, yakni T1. Kesamaan ini sontak memicu pertanyaan di kalangan pengamat dan konsumen: mengapa bisa terjadi?
BAIC T1, yang di negara asalnya Tiongkok dikenal dengan nama Arcfox T1, pertama kali diperkenalkan pada September 2025 sebagai sebuah crossover stylish. Setelah mendapat penyegaran minor, kendaraan ini akhirnya tiba di Indonesia. Menariknya, Jetour T1 sudah lebih dulu meluncur secara global pada Oktober 2024 dan kini keduanya sama-sama dipasarkan di Indonesia, menambah daftar pilihan mobil listrik bagi konsumen.
Menanggapi polemik penamaan ini, Dhany Yahya, Chief Operating Officer (COO) BAIC Indonesia, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa tidak ada masalah hukum atau etika terkait penggunaan nama model T1 tersebut, baik di Tiongkok maupun di Indonesia. "Tidak ada (masalah). Ini bukan semacam edukasi, tapi lebih ke common sense. Koreksi jika saya salah," ujar Dhany Yahya saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa malam (18/8).

Related Post
Dhany menjelaskan bahwa hak penamaan (naming right) dalam industri otomotif secara fundamental mengacu pada merek atau brand, bukan pada model atau produk itu sendiri. Model kendaraan yang seringkali menggunakan kombinasi huruf dan angka, menurutnya, adalah bagian dari nomenklatur yang tidak dapat dipatenkan secara eksklusif. "Yang diberikan hak itu brand-nya. Kalau model sebutannya kan nomenklatur, mobil menggunakan angka. Kalau itu dipatenkan, tidak akan bisa," imbuhnya.
Untuk memperkuat argumennya, Dhany memberikan contoh dari produsen otomotif global lain seperti BMW dan Audi, yang secara luas menggunakan perpaduan huruf dan angka untuk mengidentifikasi seri atau model kendaraan mereka. "Semua alfabet yang digabung angka itu pasti tidak bakal bisa (dipatenkan secara eksklusif). Itu common sense saya saja," tegas Dhany.
Sebagai informasi, BAIC T1 telah diperkenalkan di ajang GIIAS 2026 dan ditawarkan dengan harga sekitar Rp 370 jutaan (on the road Jakarta). Crossover listrik ini dibekali motor listrik bertenaga 70 kW (setara 93,8 HP) dengan torsi puncak 176 Nm. Menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 42,38 kWh, BAIC T1 diklaim mampu menempuh jarak hingga 425 km berdasarkan siklus CLTC dalam sekali pengisian penuh. Fitur DC Fast Charging juga tersedia, memungkinkan pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit, memberikan kemudahan bagi pengguna.









Tinggalkan komentar