Cerita.co.id melaporkan bahwa peta persaingan di segmen mobil murah lima penumpang kini mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya dominasi kuat dipegang oleh kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) bermesin bensin seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, atau Honda Brio Satya, kini muncul penantang baru yang tak bisa diremehkan: mobil listrik. BYD Atto 1, dengan banderolan harga mulai dari Rp 199 juta, berhasil mencuri perhatian publik dan mengancam posisi para jawara LCGC.
Data penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk periode Januari hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa Honda Brio Satya masih perkasa di kelas LCGC dua baris. Jagoan Honda ini sukses membukukan penjualan sebanyak 12.227 unit. Diikuti oleh Toyota Agya dengan torehan 7.312 unit, dan Daihatsu Ayla melengkapi daftar dengan capaian 4.383 unit.
Namun, performa BYD Atto 1 patut menjadi sorotan utama. Sepanjang paruh pertama tahun 2026, mobil listrik ini berhasil mencatatkan angka penjualan yang impresif, yakni 10.116 unit. Secara volume, pencapaian satu model kendaraan listrik ini nyaris menyamai gabungan penjualan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Bahkan, BYD Atto 1 kini menempel ketat sang pemimpin pasar, Honda Brio Satya, menunjukkan daya tarik kuat mobil listrik di segmen harga yang kompetitif.

Related Post
Secara keseluruhan, pasar LCGC menghadapi tantangan serius. Total penjualan LCGC (termasuk model Calya dan Sigra) pada Januari-Juni 2026 hanya mencapai 55.506 unit. Angka ini anjlok tajam sebesar 18,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 68.038 unit. Penurunan signifikan ini menjadi sinyal alarm bagi para produsen bahwa "kue" pasar LCGC yang dulu terasa manis dan dominan kini mulai diperebutkan oleh pendatang baru, khususnya dari segmen kendaraan listrik yang menawarkan alternatif menarik bagi konsumen dengan anggaran terbatas.







Tinggalkan komentar