Cerita.co.id – Kreativitas adalah jantung inovasi, dan PT Toyota-Astra Motor (TAM) membuktikannya melalui ajang bergengsi. Anak perusahaan Astra Internasional ini baru saja mengumumkan para pemenang Toyota Dream Car Art Contest (TDCAC) ke-19, sebuah kompetisi yang berhasil memantik imajinasi tak terbatas anak-anak Indonesia.
TDCAC bukan sekadar kontes menggambar biasa. Ini adalah perwujudan nyata dari program edukasi inklusif Toyota, yang dalam empat tahun terakhir telah bertransformasi menjadi platform pengembangan pola pikir kreatif berkelanjutan bagi generasi muda. Antusiasme peserta terus meningkat dengan jangkauan yang semakin luas, mencerminkan semangat anak-anak dalam menuangkan ide-ide inovatif serta kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan. "Mengusung tema ‘Inspire the World with Your Dream’, TDCAC ke-19 adalah kontribusi Toyota dalam pilar pendidikan ‘Toyota Berbagi Ilmu’," ungkap Takuya Yokohama, President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM). Ia berharap karya-karya ini menjadi solusi relevan bagi tantangan masyarakat dan inspirasi untuk masa depan yang lebih baik.
Melalui TDCAC, Toyota Indonesia secara aktif mendorong anak-anak untuk merancang solusi mobilitas masa depan. Mereka diajak menjadikan tantangan sosial dan lingkungan sebagai inspirasi utama, menciptakan desain yang tak hanya kreatif, tetapi juga solutif dan berpotensi dikembangkan. Inisiatif ini selaras dengan visi global Toyota, ‘Creating Mobility for All’, dan misi ‘Producing Happiness for All’.

Related Post
Hasilnya? Karya-karya para pemenang TDCAC tahun ini sungguh memukau, menunjukkan kedalaman imajinasi, kedekatan dengan isu-isu sehari-hari, serta empati yang tinggi terhadap lingkungan dan sesama.
Para Inovator Cilik Masa Depan
Di kategori usia di bawah 8 tahun, Muhammad Ninoor Firdaus (5) dari Banjarbaru menghadirkan "Mobil Penolong Orang & Hewan yang Terkena Rabies," sebuah kendaraan medis multifungsi yang siap menolong manusia dan hewan. Arashya Darmaya (6) dari Bengkulu memukau dengan "Mobil Pengubah Kebisingan Menjadi Kenyamanan," yang mampu meredam suara bising dan mengubahnya menjadi energi bermanfaat. Sementara itu, Afsheena Qaireen Zivana (4) dari Jakarta Barat menggambarkan "Mobil Lumba-Lumba Penakluk Banjir," kendaraan penyelamat yang gesit, ramah lingkungan, dan memberikan rasa aman.
Untuk kategori usia 8-11 tahun, Khalif Arziqi Nasution (11) dari Surabaya menciptakan "Toyota Hair-House Car," mobil pengolah limbah rambut menjadi material bangunan ramah lingkungan. Aqueena Dphilosophia Nofianda (10) dari Bengkulu mengusung "Mobil Filter Kata-Kata Kasar," sebuah inovasi untuk dunia yang lebih santun dan damai. Shaqilla Sakina A. Putri (11) dari Yogyakarta merancang "Mobil Mural Sahabat Disabilitas," kapsul masa depan yang memungkinkan anak-anak disabilitas berkarya mural dengan fasilitas canggih.
Kategori 12-15 tahun tak kalah visioner. Evan Radithya Nio (15) dari Jakarta Utara menghadirkan "Flood Rescue Car," kendaraan penyelamat banjir yang terinspirasi dari sisik ikan dan tentakel gurita untuk bergerak lincah di air. Livia Titania Putri (12) dari Bandung membayangkan "The Driven Sanctuary," laboratorium bergerak bertenaga surya untuk merawat tumbuhan dari Bumi maupun planet lain, bahkan di Mars. Terakhir, Aisyah Dzakira Khansa (13) dari Denpasar menciptakan "The Smart Stroller Car," mobil penerjemah tangisan bayi berbasis kecerdasan buatan untuk membantu orang tua baru memahami kebutuhan buah hati mereka.
Jap Ernando Demily, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pemenang. "Sejalan dengan semangat ‘Toyota Ada Untuk Indonesia’, transformasi TDCAC menunjukkan komitmen kami untuk membuka ruang berkarya yang lebih inklusif bagi anak-anak dari berbagai daerah," jelasnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan pemangku kepentingan pendidikan telah meningkatkan kualitas peserta, menghasilkan karya yang otentik, visioner, dan berkelanjutan sebagai ide solusi mobilitas masa depan yang berdampak luas.









Tinggalkan komentar