Cerita.co.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya dalam upaya pemulihan aset negara. Sebanyak empat unit kendaraan bermotor, termasuk model populer seperti Hyundai Kona dan Honda CR-V, yang merupakan hasil sitaan dari kasus korupsi mantan Direktur Utama PT Taspen, Antonius Nicholas Stephanus Kosasih, akan segera dilelang. Pengumuman ini disampaikan di Rupbasan KPK, Cawang, Jakarta Timur, pada Rabu (24/6/2026), sebagai bagian dari total rampasan negara senilai fantastis Rp 153,6 miliar.
Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipratikto, mengungkapkan bahwa nilai taksiran untuk keempat kendaraan tersebut mencapai sekitar Rp 1,3 miliar. "Ini adalah bagian dari upaya pemulihan aset yang signifikan," ujar Mungki, menekankan komitmen KPK dalam mengembalikan kerugian negara. Selain Hyundai Kona dan Honda CR-V, dua mobil lain yang dirampas juga akan masuk daftar lelang, meskipun detail spesifiknya masih menunggu pengumuman lebih lanjut.
Lelang terbuka aset-aset ini direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) pada 9 Desember 2026. Mungki menambahkan bahwa detail harga taksiran pasti masih menunggu penilaian dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Proses lelang ini merupakan tindak lanjut dari putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dalam kasus korupsi yang menjerat mantan Direktur Utama PT Taspen, Antonius Nicholas Stephanus Kosasih.

Related Post
Tak hanya kendaraan, KPK juga berhasil memulihkan aset berupa uang tunai. Sebelumnya, dana sebesar Rp 153.613.488.054 telah dikembalikan ke rekening penampungan KPK dan selanjutnya ditransfer ke PT Taspen. Penyerahan ini melengkapi pengembalian dana sebelumnya pada 20 November 2025, sebesar Rp 883.038.394.268. Dengan demikian, total dana yang berhasil dikembalikan kepada PT Taspen dari kasus korupsi ini mencapai angka fantastis Rp 1.036.705.882.322, menunjukkan komitmen kuat KPK dalam mengembalikan kerugian negara hingga lebih dari satu triliun rupiah.









Tinggalkan komentar