Cerita.co.id melaporkan, pemadaman listrik bergilir yang melanda sebagian wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan sejak Senin (3/8/2026) telah menimbulkan keresahan. General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengungkapkan bahwa gangguan pasokan daya ini dipicu oleh kerusakan generator di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam.
Selain masalah pada PLTU Asam-Asam, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) juga turut mengalami kendala serius. Iwan menjelaskan, kedua unit tersebut teridentifikasi mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin, yang secara signifikan menurunkan kemampuan mereka dalam memasok daya ke sistem kelistrikan regional. Akibatnya, PLN terpaksa menerapkan pengaturan beban secara terbatas di beberapa area untuk menjaga keandalan sistem selama proses pemulihan berlangsung.
Menyikapi situasi ini, PLN menegaskan bahwa seluruh personelnya telah dikerahkan untuk mempercepat perbaikan pada pembangkit yang terganggu. "Kami meminta masyarakat untuk menghemat penggunaan listrik, terutama pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pemadaman bergilir berlangsung," ujar Iwan, seperti dikutip Cerita.co.id.

Related Post
Dampak pemadaman listrik ini sangat dirasakan oleh berbagai sektor, termasuk peternakan. Satrio, seorang peternak ayam broiler di Palangka Raya, mengungkapkan kekhawatirannya. Mayoritas peternakan ayam broiler di sana telah beralih menggunakan sistem kandang tertutup (closed house) yang sangat bergantung pada pasokan listrik stabil. Listrik esensial untuk mengoperasikan blower atau kipas ventilasi yang berfungsi menjaga sirkulasi udara optimal di dalam kandang, memastikan kesehatan dan pertumbuhan ayam. Tanpa listrik, sistem ventilasi ini lumpuh, berpotensi mengancam kelangsungan hidup ribuan ekor ayam.









Tinggalkan komentar