Cerita.co.id melaporkan, kebijakan insentif kendaraan listrik (EV) di Indonesia kembali tertunda. Di tengah penantian stimulus bagi sektor ramah lingkungan ini, pemerintah justru mengalihkan fokus dengan mengumumkan persiapan proyek mobil nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi bahwa evaluasi insentif EV masih berlangsung, tanpa kepastian kapan kebijakan tersebut akan efektif diberlakukan.
Pernyataan Airlangga, yang dikutip Cerita.co.id, menegaskan prioritas pada pengembangan mobil nasional sembari menunda kepastian insentif EV. "Nanti masih dievaluasi, terutama kita sedang mempersiapkan mobil nasional," ungkapnya. Sayangnya, tidak ada penjelasan rinci mengenai alasan di balik penundaan ini. Sebelumnya, skema insentif untuk kendaraan listrik, khususnya motor listrik, sempat dijadwalkan berlaku pada Juni 2026, lalu diundur ke Juli, dan kini kembali ditunda hingga Agustus mendatang. Penundaan ini menambah panjang daftar ketidakpastian bagi pelaku industri dan konsumen yang menantikan stimulus tersebut.
Di sisi lain, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyuarakan pandangan berbeda. Mereka mengusulkan agar stimulus insentif tidak hanya terfokus pada kendaraan listrik murni, melainkan mencakup seluruh spektrum industri otomotif.

Related Post
Dalam siaran pers yang diterima Cerita.co.id pada Senin (29/6/2026), Gaikindo mengungkapkan telah menyampaikan usulan kepada Kementerian Perindustrian RI. Usulan tersebut menekankan pentingnya kebijakan stimulus insentif yang berlaku untuk semua tipe kendaraan bermotor, mulai dari Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV). Tujuannya adalah memastikan seluruh industri otomotif di Indonesia mendapatkan dukungan yang merata untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan pasar.
Gaikindo beralasan, sektor otomotif adalah pilar strategis yang berkontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional. Mereka percaya, sinergi antara pemerintah dan pelaku industri harus terus diperkuat demi menjadikan Indonesia tujuan investasi yang kompetitif di tengah transformasi industri otomotif global.
Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, menegaskan komitmen asosiasi. "Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, Gaikindo akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan," ujarnya, menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam menghadapi dinamika pasar otomotif.









Tinggalkan komentar