Sumber Cerita.co.id melaporkan kabar mengejutkan terkait industri otomotif Tanah Air. Posisi Indonesia sebagai pasar mobil terbesar di Asia Tenggara dipertanyakan setelah beredar rumor Malaysia telah menyalipnya. Menanggapi isu tersebut, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memberikan klarifikasi.
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mempertanyakan validitas data yang menyebutkan Malaysia telah unggul. Ia membandingkan data Federasi Otomotif ASEAN (AAF) periode Januari hingga Mei 2024, mengingat data Juni dan Juli belum dirilis. Data tersebut menunjukkan Indonesia masih memimpin tipis dengan penjualan 316.981 unit, sementara Malaysia tercatat 314.019 unit. Selisihnya hanya sekitar 2.900 unit, sebuah angka yang sangat kecil dan mengkhawatirkan.

Namun, Kukuh mengakui kekalahan Indonesia di segmen mobil penumpang. Malaysia unggul di kategori ini. Keunggulan Indonesia secara keseluruhan hanya didapat berkat penjualan kendaraan komersial yang lebih tinggi. Situasi ini menjadi sinyal bahaya bagi industri otomotif Indonesia, apalagi mengingat penjualan mobil domestik anjlok hingga 10%. Pertarungan memperebutkan tahta pasar mobil terbesar di Asia Tenggara tampaknya masih jauh dari kata selesai.

Related Post









Tinggalkan komentar