Cerita.co.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin, 3 Agustus 2026, menunjukkan tren yang kurang menggembirakan bagi sebagian investor. Setelah sempat berfluktuasi, indeks acuan pasar modal Indonesia ini akhirnya harus menyerah, ditutup melemah tipis 1,63 poin atau setara 0,03 persen, mengakhiri sesi di level 6.234.
Data perdagangan menunjukkan dominasi sentimen negatif. Sebanyak 374 saham tercatat melemah, jauh melampaui 300 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 289 saham lainnya terpantau stagnan tanpa perubahan harga. Aktivitas transaksi di bursa cukup ramai, dengan total nilai mencapai Rp14,2 triliun, melibatkan pertukaran 37,5 miliar lembar saham.
Meskipun IHSG melemah, beberapa indeks sektoral dan konstituen utama justru menunjukkan performa yang berbeda. Indeks LQ45, yang berisi 45 saham paling likuid, berhasil menguat 0,43 persen ke level 623. Senada, Indeks Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,59 persen ke 372, Indeks IDX30 menguat 0,07 persen ke 350, dan Indeks MNC36 tumbuh 0,33 persen ke 271.

Related Post
Namun, secara keseluruhan, mayoritas sektor industri harus rela ditutup di zona merah. Sektor-sektor yang terpukul antara lain energi, konsumer non-siklikal, keuangan, infrastruktur, properti, transportasi, industri, dan teknologi. Di sisi lain, ada beberapa sektor yang mampu bertahan dan bahkan mencatat penguatan, yaitu sektor konsumer siklikal, bahan baku, dan kesehatan.
Di tengah tekanan pasar, beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan signifikan dan menjadi primadona bagi investor. PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) memimpin daftar top gainers dengan lonjakan fantastis 34,85 persen, mengakhiri perdagangan di harga Rp89 per saham. Disusul oleh PT Mitra Investindo Tbk (MITI) yang melonjak 34,57 persen ke level Rp218, serta PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) dengan kenaikan 34,51 persen, ditutup pada harga Rp152 per saham.







Tinggalkan komentar