Cerita.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan ini, Jumat (5/12/2025), dengan sedikit koreksi. Setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high), IHSG harus rela parkir di zona merah, menimbulkan pertanyaan di benak para investor.
IHSG ditutup pada level 8.632,76, turun tipis 7,44 poin atau setara dengan 0,09 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 8.640,20. Penurunan ini dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan oleh para investor, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (big cap). Aksi ini wajar terjadi setelah IHSG menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah di 8.689.

Pergerakan IHSG sepanjang sesi perdagangan hari ini cukup dinamis. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 8.689,10 dan terendah di 8.617,04. Aktivitas perdagangan terpantau ramai dengan volume transaksi mencapai 46,85 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp20,16 triliun.

Related Post
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa sebanyak 384 saham mengalami kenaikan harga, sementara 308 saham mengalami penurunan, dan 264 saham stagnan. Indeks LQ45, yang berisi 45 saham dengan likuiditas tinggi, juga mengalami koreksi sebesar 6,47 poin atau 0,76 persen ke level 847,27. Demikian pula dengan Jakarta Islamic Index (JII) yang turun ke 578,75.
Koreksi IHSG di akhir pekan ini menjadi pengingat bagi investor untuk tetap berhati-hati dan cermat dalam mengambil keputusan investasi. Meskipun pasar saham memiliki potensi keuntungan yang besar, risiko kerugian juga selalu ada. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam dan mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum berinvestasi.









Tinggalkan komentar