Dana Investasi Macet? Purbaya Sindir Danantara di DPR

Dana Investasi Macet? Purbaya Sindir Danantara di DPR

Cerita.co.id, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti dugaan manuver Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang disinyalir memanfaatkan forum di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menekan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait pencairan dana investasi. Pernyataan ini dilontarkan Purbaya saat menjawab pertanyaan anggota Komisi XI DPR dalam rapat yang membahas realisasi subsidi BUMN energi, Selasa (30/9/2025).

Purbaya, yang juga bertindak sebagai pengawas Danantara, mempertanyakan alasan Danantara memilih mengadukan persoalan pendanaan ke DPR, alih-alih langsung berkoordinasi dengan Kemenkeu. Ia menegaskan bahwa Kemenkeu memiliki dana yang cukup besar dan siap dicairkan untuk proyek-proyek strategis yang berfokus pada efisiensi.

Dana Investasi Macet? Purbaya Sindir Danantara di DPR
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Kelihatannya arena diskusi dengan Danantara semalam dijadikan ajang curhat Danantara ke Anda ya, untuk menekan saya kelihatannya," ujar Purbaya dengan nada sindiran. Ia menambahkan, seharusnya Danantara dapat langsung berkomunikasi dengan Kemenkeu untuk mencari solusi.

COLLABMEDIANET

Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa saat ini terdapat dana Kemenkeu yang belum tersalurkan dan masih mengendap di Bank Indonesia (BI). Dari total dana yang tersedia, baru Rp200 triliun yang telah ditempatkan, sementara masih ada Rp250 triliun lagi yang siap disalurkan untuk investasi yang memenuhi kriteria.

Purbaya menegaskan bahwa Kemenkeu selalu memprioritaskan proposal investasi yang berorientasi pada peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya operasional. Ia mencontohkan sektor pupuk, di mana investasi untuk efisiensi telah disetujui dan diharapkan dapat memberikan dampak positif. Pernyataan Purbaya ini mengindikasikan adanya ketidaksepahaman antara Kemenkeu dan Danantara terkait prioritas dan mekanisme pencairan dana investasi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar