Cerita.co.id, Beijing – Raksasa otomotif asal China, BYD, mengalami penurunan penjualan yang mengejutkan. Setelah bertahun-tahun mencatatkan pertumbuhan yang luar biasa, untuk pertama kalinya sejak tahun 2020, penjualan kuartalan BYD mengalami stagnasi.
Laporan keuangan perusahaan yang dirilis baru-baru ini mengungkapkan penurunan penjualan sebesar 2,1% pada kuartal ketiga tahun 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi yang pertama sejak kuartal kedua tahun 2020, ketika pandemi COVID-19 melanda dunia. Total unit yang terjual pada kuartal ketiga mencapai 1,106 juta mobil.

Penurunan juga terjadi pada penjualan bulan September, dengan penurunan sebesar 5,88% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menandai penurunan bulanan pertama sejak Februari 2024. Selain itu, perusahaan juga memangkas produksi sebesar 8,47%, mengindikasikan adanya penyesuaian terhadap permintaan pasar yang melambat.

Related Post
Para analis menduga bahwa penurunan penjualan BYD disebabkan oleh perang harga yang semakin intensif di pasar otomotif China. Persaingan yang ketat memaksa BYD untuk menurunkan harga, yang pada akhirnya berdampak pada margin keuntungan dan volume penjualan. Apakah ini hanya sebuah kemunduran sementara, atau awal dari tantangan yang lebih besar bagi dominasi BYD di pasar mobil listrik global? Waktu yang akan menjawab.









Tinggalkan komentar