Banjir Thailand Lumpuhkan Produksi Honda

Banjir Thailand Lumpuhkan Produksi Honda

Cerita.co.id – Bencana alam hebat kembali melanda Thailand. Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir telah memicu banjir bandang di berbagai penjuru negeri. Dampak dari bencana ini tidak hanya menyasar pemukiman warga, tetapi juga mulai merambah ke sektor industri manufaktur global, salah satunya adalah pabrik sepeda motor milik raksasa otomotif Honda.

Bencana ini bermula dari hujan deras yang mengguyur sejak pertengahan September. Berdasarkan data terbaru, setidaknya 41 provinsi di Thailand melaporkan adanya genangan air yang cukup parah. Kondisi ini telah berdampak pada lebih dari 580.000 rumah warga dan memakan korban jiwa sebanyak delapan orang. Di ibu kota Bangkok, situasi menjadi sangat kritis setelah curah hujan mencapai angka 320 milimeter hanya dalam kurun waktu dua hingga tiga hari. Intensitas hujan ini sangat tidak wajar, karena hampir menyamai total curah hujan normal di Bangkok selama satu bulan penuh.

Banjir Thailand Lumpuhkan Produksi Honda
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Akibatnya, sistem drainase di ibu kota tidak mampu lagi menampung debit air yang meluap. Hingga Senin (28/9), sejumlah kawasan di Bangkok masih terendam air dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa. Pemerintah setempat bergerak cepat dengan memindahkan sedikitnya 5.901 warga ke 234 titik pusat evakuasi. Meski demikian, tantangan besar masih dihadapi karena lebih dari 80.000 warga di wilayah terdampak dilaporkan masih terjebak di dalam rumah mereka dan belum bisa dievakuasi.

COLLABMEDIANET

Kondisi darurat ini memaksa sektor industri mengambil langkah antisipasi. Melansir laporan dari Paultan, salah satu pabrik sepeda motor Honda terpaksa menghentikan seluruh aktivitas produksinya pada tanggal 28 dan 29 September. Langkah penghentian sementara ini diambil karena banjir telah mengganggu jalur operasional dan logistik di sekitar pabrik. Meski pihak manajemen menargetkan pabrik akan kembali beroperasi pada 30 September, hingga saat ini belum ada kepastian apakah gangguan ini akan berdampak pada total volume produksi tahunan mereka.

Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, dampak banjir ini sejauh ini masih bersifat spesifik pada lini produksi sepeda motor Honda dan belum melumpuhkan seluruh sektor otomotif di Thailand. Federasi Industri Thailand (FTI) memberikan pernyataan optimis bahwa sebagian besar pabrik kendaraan lainnya serta jalur pengiriman suku cadang masih berjalan normal. FTI juga menegaskan bahwa target produksi kendaraan nasional sebesar 1,45 juta unit untuk tahun 2026 tetap menjadi prioritas dan tidak mengalami perubahan target.

Kendati demikian, peristiwa ini menjadi peringatan keras mengenai kerentanan sektor industri Thailand terhadap perubahan cuaca ekstrem. Pihak berwenang kini tengah melakukan pemantauan ketat, terutama di kawasan industri wilayah timur seperti Prachin Buri dan Rayong. Wilayah tersebut merupakan jantung manufaktur otomotif Thailand, sehingga stabilitas di sana sangat krusial bagi rantai pasok otomotif dunia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar