Sumber Cerita.co.id melaporkan bahwa sementara dunia berpesta pora dengan melonjaknya penjualan mobil listrik hingga 25 persen pada 2025, Amerika Serikat justru tertinggal. Meskipun penjualan global meroket, mencapai proyeksi 22 juta unit tahun ini dari 17 juta unit di tahun sebelumnya, pertumbuhan di Amerika Utara (AS, Kanada, dan Meksiko) hanya 6 persen. Kontras yang mencolok di tengah revolusi kendaraan listrik global.
Data penjualan Agustus lalu memang sempat menunjukkan angka positif. Ford misalnya, mencetak rekor penjualan Mustang Mach-E. Hyundai juga mencatatkan kenaikan penjualan 12 persen, didorong oleh model listriknya. Namun, angka-angka ini tak cukup menutupi fakta bahwa Amerika Serikat tertinggal jauh di belakang China dan negara-negara Eropa dalam adopsi kendaraan listrik.

Para analis mempertanyakan penyebab lambatnya adopsi ini. Apakah infrastruktur pengisian daya yang belum memadai? Atau kebijakan pemerintah yang kurang mendukung? Pertanyaan ini menjadi tantangan besar bagi Amerika Serikat yang ingin tetap menjadi pemimpin di sektor otomotif global. Kegagalan mengejar ketertinggalan ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan di masa depan. Perlombaan mobil listrik ini baru dimulai, dan Amerika Serikat tampaknya sedang berjuang untuk menemukan kecepatannya.

Related Post








Tinggalkan komentar