Alva Target Dobel Penjualan

Alva Target Dobel Penjualan

Cerita.co.id – Produsen motor listrik Alva menunjukkan ambisi besar untuk tahun ini. Setelah mencatat pertumbuhan penjualan signifikan di tahun sebelumnya, Alva kini membidik peningkatan lebih dari 50 persen, bahkan berpotensi melipatgandakan angka penjualan. Target agresif ini disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer Alva, Purbaja Pantja, di sela-sela acara di ICE BSD, Tangerang, belum lama ini.

Purbaja Pantja mengungkapkan bahwa pertumbuhan Alva di tahun lalu mencapai sekitar 50 persen, sebuah fakta historis yang menjadi landasan optimisme mereka. "Yang kita spill selama ini pertumbuhan di tahun lalu, kita bertumbuh sekitaran 50 persen. Itu historical, itu fakta, tahun ini kita berharap pertumbuhannya lebih dari 50 persen, kita berharap mungkin double," ujarnya. Data RUPS PT Indika Energy Tbk mengkonfirmasi lonjakan penjualan Alva sebesar 52,9% secara tahunan, dari 2.948 unit menjadi 4.508 unit pada periode yang disebutkan.

Alva Target Dobel Penjualan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tak hanya dari sisi volume, Alva juga mengamati pergeseran pola permintaan konsumen. Model N3, yang dikenal sebagai varian paling terjangkau, kini dilaporkan mendominasi penjualan dan telah melampaui lini Cervo yang sebelumnya menjadi andalan. "Pergerakannya N3 bergerak di atas Cervo, karena harganya dan lain-lain. Jadi memang itu sudah nyalip," jelas Purba, menyoroti preferensi pasar terhadap opsi yang lebih ekonomis.

COLLABMEDIANET

Ekosistem Alva juga terus menunjukkan perkembangan pesat. Berdasarkan data yang dirilis Alva, total jarak tempuh yang dicapai oleh seluruh motor listriknya telah menembus angka 78 juta kilometer hingga akhir Juni 2026, sebuah peningkatan drastis dari 22 juta kilometer pada Januari 2025. Jaringan Boost Charge Alva juga semakin luas, menyalurkan lebih dari 444 ribu kWh energi listrik kepada pengguna. Jumlah konektor Boost Charge telah bertambah signifikan, dari 150 konektor pada akhir 2025 menjadi lebih dari 490 konektor pada semester pertama 2026.

Alva melihat gejolak harga minyak dunia dan kenaikan harga komoditas sebagai pemicu utama bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. "Kita tahu mengenai harga minyak yang sekarang sedang bergejolak. Jadi dengan itu harga komoditas sepertinya juga lagi trending up," kata Purba. Ia menambahkan, "Itu sudah punya impact buat beberapa harga komoditas minyak, termasuk juga oli, parts juga. Jadi sepertinya hal-hal tersebut mempunyai dampak (ke penjualan motor listrik)." Kondisi ini menciptakan momentum positif bagi pertumbuhan pasar motor listrik di Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar