Alasan Bahlil Panggil Prabowo Kakanda

Alasan Bahlil Panggil Prabowo Kakanda

Cerita.co.id melaporkan, sebuah momen menarik terjadi dalam gelaran Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Lampung. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat Ketua Dewan Kehormatan Hipmi, secara terang-terangan meminta izin kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk memanggilnya dengan sebutan ‘Kakanda’. Permintaan ini bukan sekadar basa-basi, melainkan disisipi candaan khas Bahlil, dengan harapan agar "olahannya cepat masuk".

Dalam acara yang berlangsung pada Rabu lalu, Bahlil memulai interaksinya dengan menyapa Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dengan panggilan akrab ‘Kanda’. Ia kemudian menjelaskan bahwa tradisi panggilan ‘Kanda’ dan ‘Dinda’ sejatinya berakar kuat dalam budaya organisasi Hipmi. Hal ini menjadi landasan bagi Bahlil untuk kemudian mengajukan permohonan serupa kepada sosok yang akan memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Alasan Bahlil Panggil Prabowo Kakanda
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Mengutip pernyataan Bahlil yang disiarkan Cerita.co.id, ia menyampaikan, "Tadi kita ada aspirasi pak, katanya panggilan kanda dinda itu sebenarnya di Hipmi, Pak." Dengan nada hormat namun penuh keakraban, Bahlil melanjutkan permohonannya, "Kalau Bapak berkenan saya izin bapak dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami juga ingin memanggil Kakanda Bapak Presiden Prabowo Subianto."

COLLABMEDIANET

Gestur ini tidak hanya menunjukkan kedekatan personal antara Bahlil dan Prabowo, yang keduanya memiliki latar belakang kuat di dunia politik dan organisasi, tetapi juga mencerminkan upaya membangun jembatan komunikasi yang lebih informal dan efektif. Panggilan ‘Kakanda’ diharapkan dapat mempermudah koordinasi dan sinergi dalam menjalankan berbagai program pembangunan, khususnya di sektor-sektor strategis seperti energi dan sumber daya mineral yang menjadi tanggung jawab Bahlil. Candaan yang dilontarkan Bahlil ini berhasil mencairkan suasana dan disambut senyum oleh Prabowo, menandakan penerimaan terhadap pendekatan komunikasi yang lebih personal. Momen ini sekaligus menjadi sorotan publik akan dinamika hubungan antara pejabat negara yang diwarnai sentuhan humanis dan strategi komunikasi yang cerdas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar