Cerita.co.id – Aksi memukau ditunjukkan oleh pembalap muda berbakat asal Indonesia, Kiandra Ramadhipa, dalam ajang bergengsi Moto3 Junior Aragon 2026. Bertarung habis-habisan di lintasan yang menantang, rider asal Sleman ini berhasil mencatatkan hasil yang sangat membanggakan dengan finis di posisi kedua atau runner-up pada balapan pertama.
Sejak bendera start dikibarkan, persaingan di lintasan langsung memanas. Singhapong yang mengamankan posisi pole position sempat melesat jauh di depan, disusul oleh Carlos Cano dan Fernando Bujosa. Namun, Ramadhipa tidak tinggal diam. Dengan insting balap yang tajam, ia langsung merangsek naik ke posisi keempat hanya dalam satu putaran awal.
Drama terjadi saat memasuki lap kedua. Singhapong yang semula memimpin justru mengalami penurunan performa hingga merosot ke posisi kelima. Momen ini dimanfaatkan dengan sangat cerdik oleh Ramadhipa untuk naik ke urutan ketiga. Pertarungan di barisan depan pun berubah menjadi ajang salip-menyalip yang sangat intens dan mendebarkan bagi para penonton.

Related Post
Ketegangan semakin memuncak ketika Ramadhipa sempat mengambil alih posisi terdepan di tikungan terakhir. Namun, kegembiraan itu hanya sesaat karena Fernando Bujosa berhasil menyalipnya. Sial bagi Bujosa, tak lama setelah memimpin, ia justru mengalami kecelakaan (crash) yang membuatnya harus keluar dari persaingan.
Memasuki sepuluh putaran terakhir, fokus utama tertuju pada perebutan podium antara Carlos Cano, Ramadhipa, dan Yaroslav Karpushin. Ketiganya menunjukkan performa yang sangat konsisten dengan selisih waktu yang sangat tipis. Ramadhipa terus memacu motornya hingga mampu mencatatkan waktu impresif 1 menit 57,849 detik pada lap kedelapan, yang membawanya kembali ke posisi ketiga.
Perlawanan Ramadhipa tidak berhenti di situ. Pada lima putaran tersisa, ia berhasil merangsek ke posisi kedua dan terus membayangi Carlos Cano. Meski sempat terlibat duel sengit dengan Karpushin, termasuk aksi saling salip di tikungan terakhir, Ramadhipa menunjukkan mentalitas juara yang kuat.
Drama sesungguhnya terjadi di dua putaran terakhir. Ramadhipa sempat terlempar ke posisi keempat setelah disalip oleh David Gonzalez. Namun, dengan semangat all-out, pembalap nomor 32 ini melakukan aksi balas dendam yang luar biasa. Ia menyalip Gonzalez dan Giulio Pugliese secara beruntun tepat di lap terakhir.
Hingga garis finis, persaingan sangat ketat. Ramadhipa nyaris saja menyalip Carlos Cano di trek lurus terakhir, namun Cano berhasil menyentuh garis finis lebih dulu. Hasil akhirnya, Carlos Cano keluar sebagai juara, disusul Ramadhipa di posisi kedua, dan Giulio Pugliese di posisi ketiga. Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa talenta Indonesia siap bersaing di level dunia. Jangan lewatkan balapan kedua Moto3 Junior Aragon yang dijadwalkan berlangsung malam ini pukul 19.00 WIB.







Tinggalkan komentar