Cerita.co.id – Upaya menghijaukan kembali kawasan yang telah rusak akibat aktivitas pertambangan kini tengah menjadi fokus utama di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Lahan bekas tambang kapur yang terletak di Desa Leran Wetan, Kecamatan Palang, kini mulai menjalani proses pemulihan ekosistem secara intensif. Proyek ambisius ini menargetkan pemulihan lahan seluas 8 hektare yang diproyeksikan rampung pada tahun 2027 mendatang.
Langkah restorasi ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan sebuah upaya sistematis untuk mengembalikan fungsi ekologis tanah yang sempat hilang. Sejak tahun 2025, proses rehabilitasi telah berjalan secara bertahap. Pada fase kedua yang sedang berlangsung, sebanyak 500 bibit pohon telah ditanam di area tersebut. Strategi penanaman dilakukan dengan mengombinasikan dua jenis vegetasi, yakni tanaman konservasi dan tanaman produktif.
Untuk menjaga keseimbangan alam dan memperbaiki struktur tanah, jenis pohon seperti sonokeling dan mahoni dipilih sebagai tanaman utama. Di sisi lain, agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat, tanaman buah-buahan seperti kelengkeng dan sawo turut disemaikan. Hal ini diharapkan dapat menciptakan simbiosis antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Related Post
Namun, tantangan terbesar dalam pemulihan lahan bekas tambang adalah memastikan tanaman dapat bertahan hidup di tanah yang cenderung tidak subur. Untuk menjawab tantangan tersebut, infrastruktur pendukung telah disiapkan secara matang. Kawasan ini kini telah dilengkapi dengan instalasi perpipaan air yang memadai serta jaringan kelistrikan. Fasilitas ini sangat krusial untuk menjamin ketersediaan air guna penyiraman rutin serta kebutuhan pemeliharaan tanaman di masa-masa kritis pertumbuhan.
Proyek pemulihan lingkungan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan PT Pertamina Patra Niaga, Pertamina Foundation, serta Pemerintah Kabupaten Tuban. Tak hanya itu, sinergi ini juga merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, kelompok tani, tokoh masyarakat, hingga dukungan akademisi dari Universitas Sunan Bonang.
General Manager Project Olefin Complex TPPI Tuban, Novriandi, menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak boleh hanya dilihat dari angka atau jumlah bibit yang tertanam di tanah. Menurutnya, indikator utama kesuksesan adalah tingkat kelangsungan hidup tanaman tersebut dalam jangka panjang.
"Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberlanjutan pemeliharaan dan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang," ungkap Novriandi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Melalui pendekatan yang terintegrasi antara teknologi, dukungan infrastruktur, dan keterlibatan sosial, diharapkan lahan bekas tambang di Tuban ini dapat bertransformasi menjadi kawasan hijau yang produktif dan mampu menjaga keseimbangan ekosistem di masa depan. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan proyek ini dapat dipantau melalui laman cerita.co.id.







Tinggalkan komentar