Target 10 Juta Ton Biomassa Buka Ribuan Kerja

Target 10 Juta Ton Biomassa Buka Ribuan Kerja

Cerita.co.id – Indonesia tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam peta transisi energi nasional. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) kini tengah memperkuat ekosistem biomassa di tanah air dengan target ambisius: memanfaatkan hingga 10 juta ton biomassa sebagai bahan bakar pembangkit listrik setiap tahunnya. Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk menekan emisi karbon, tetapi juga diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 150 ribu lapangan kerja baru yang berbasis ramah lingkungan atau yang dikenal sebagai green jobs.

Upaya besar ini dilakukan melalui optimalisasi program cofiring atau pencampuran bahan bakar biomassa ke dalam sistem pembangkitan. Saat ini, program tersebut telah diimplementasikan di 52 unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN Group. Selain itu, PLN EPI juga fokus membangun rantai pasok biomassa yang bersumber dari kekayaan domestik serta mempererat kolaborasi dengan berbagai kementerian dan sektor swasta.

Target 10 Juta Ton Biomassa Buka Ribuan Kerja
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengungkapkan bahwa penguatan penggunaan biomassa merupakan pilar penting dalam mempercepat transisi energi di Indonesia. Dengan beralih ke biomassa, ketergantungan terhadap batu bara dapat dikurangi secara bertahap. Di sisi lain, langkah ini memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat karena memanfaatkan limbah dari sektor pertanian, perkebunan, hingga kehutanan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.

COLLABMEDIANET

"Jika kita melihat dari sisi teknologi pembangkit, setiap jenis memiliki kapasitas serapan yang berbeda. Untuk teknologi Pulverized Coal (PC), kami mendorong penggunaan biomassa hingga 10 persen. Untuk teknologi Circulating Fluidized Bed (CFB), targetnya di atas 25 persen, sementara untuk teknologi stoker bisa mencapai lebih dari 70 persen. Jika seluruh potensi ini dikalkulasikan, kebutuhan biomassa PLN bisa menyentuh angka 8 hingga 10 juta ton," jelas Hokkop di Jakarta.

Sebagai contoh nyata keberhasilan teknologi ini, PLTU Sanggau di Kalimantan Barat telah membuktikan kemampuannya. Dengan menggunakan teknologi stoker, pembangkit tersebut sudah mampu menyerap biomassa hingga 73 persen. Bahkan, secara teknis, teknologi ini memiliki potensi untuk menggantikan batu bara sepenuhnya hingga 100 persen, asalkan kualitas material biomassa yang digunakan memenuhi standar teknis yang ditetapkan.

Untuk memastikan keberlanjutan program ini, PLN EPI terus melakukan penguatan pada kualitas bahan bakar, terutama pada aspek nilai kalor dan kadar air. Pengolahan limbah menjadi produk bernilai tinggi seperti wood pellet dan wood chip menjadi kunci agar bahan bakar tersebut kompatibel dengan mesin pembangkit.

Data menunjukkan bahwa tren penggunaan biomassa ini terus mengalami kenaikan yang sangat pesat. Dari yang hanya sebesar 9.728 ton pada tahun 2020, angka tersebut melonjak menjadi 2,352 juta ton pada tahun 2025. Pertumbuhan eksponensial ini menjadi sinyal positif bahwa Indonesia sedang bergerak serius menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, sebagaimana dilansir dari laporan cerita.co.id.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar