Pasar Saham Ambruk ke Level 4.900

Pasar Saham Ambruk ke Level 4.900

Cerita.co.id – Pasar modal Indonesia kembali diguncang badai besar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan yang sangat tajam pada penutupan perdagangan Selasa (3/11/2026). Berdasarkan data pasar, indeks acuan bursa domestik tersebut merosot hingga 3,85 persen dan kini tertahan di level psikologis 4.900.

Kondisi merah ini tidak hanya dialami oleh IHSG, tetapi juga merambat ke berbagai indeks saham unggulan lainnya. Indeks LQ45, yang berisi saham-saham paling likuid, ikut terjun bebas sebesar 4,12 persen ke level 496,566. Fenomena serupa juga terlihat pada indeks IDX30 yang terkoreksi 3,97 persen ke level satu digit, serta indeks IDX80 yang mengalami penurunan lebih dalam mencapai 4,27 persen.

Pasar Saham Ambruk ke Level 4.900
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sentimen negatif ini muncul di tengah ketidakpastian pasar yang meningkat, terutama menjelang pengumuman hasil peninjauan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode November 2026. Hasil evaluasi tersebut dijadwalkan akan diumumkan pada 11 November 2026 mendatang dan akan mulai berlaku efektif pada awal Desember 2026. Ketidakpastian ini membuat para pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dan memilih untuk keluar dari pasar.

COLLABMEDIANET

Menanggapi fenomena ini, pengamat pasar modal sekaligus pendiri Republik Investor, Hendra Wardana, memberikan catatan kritis. Ia melihat bahwa pelemahan ini bukan sekadar dinamika teknis biasa, melainkan adanya indikasi kuat mengenai kekhawatiran investor global terhadap stabilitas regulasi di Indonesia.

Hendra menyoroti fenomena aksi jual bersih (net sell) yang dilakukan oleh investor asing yang terus berlanjut secara masif. Menurutnya, arus keluar modal ini mencerminkan adanya krisis kepercayaan terhadap tata kelola dan kepastian hukum di pasar modal dalam negeri.

"Tekanan terhadap IHSG menjelang pengumuman evaluasi MSCI November masih sangat kuat. Investor asing terus mencatatkan aksi jual bersih yang masif, di mana akumulasi total net sell sepanjang tahun ini sudah menyentuh angka sekitar Rp126 triliun," ungkap Hendra dalam analisisnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selama isu-isu struktural terkait transparansi dan kepastian regulasi belum mendapatkan solusi yang meyakinkan, investor global kemungkinan besar akan terus mengurangi eksposur mereka terhadap aset-aset berisiko di Indonesia. Hal ini menjadi sinyal peringatan bagi pengelola kebijakan untuk segera memperbaiki kepercayaan pasar.

Dari sisi teknikal, indikator perdagangan menunjukkan bahwa IHS been masih memiliki risiko tinggi untuk melanjutkan tren penurunan. Jika sentimen negatif tetap mendominasi setelah pengumuman hasil peninjauan MSCI nanti, ada kemungkinan indeks akan terus menguji level support di bawahnya. Para investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang mungkin terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar