Cerita.co.id – Raksasa otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, baru saja mengumumkan langkah besar terkait keamanan produk mereka. Perusahaan manufaktur kendaraan global ini secara resmi melakukan penarikan kembali atau recall terhadap lebih dari 90 ribu unit mobil di pasar Amerika Serikat. Keputusan ini diambil setelah ditemukan adanya risiko serius yang dapat mengancam keselamatan pengguna, yakni potensi kebakaran pada kendaraan tersebut.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Reuters, jumlah kendaraan yang terdampak mencapai 94.622 unit. Masalah teknis yang ditemukan cukup mengkhawatirkan karena risiko kebakaran ini bisa terjadi kapan saja, baik saat mobil sedang digunakan untuk berkendisi maupun saat kendaraan dalam kondisi terparkir diam.
Penyebab utama dari ancaman kebakaran ini telah diidentifikasi oleh regulator keselamatan otomotif Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). Masalah tersebut terletak pada komponen motor penggerak kursi depan elektrik. Komponen ini diduga dapat mengalami panas berlebih (overheating) akibat adanya kendala pada sakelar pengatur kursi yang macet. Jika panas berlebih ini terus terjadi, hal tersebut berpotensi memicu api yang membakar kendaraan.

Related Post
Kendaraan yang masuk dalam daftar penarikan ini mencakup beberapa model premium Hyundai, di antaranya adalah seri Hyundai Genesis keluaran tahun 2015 hingga 2016, serta model Genesis G80 yang diproduksi pada rentang tahun 2017 hingga 2020. Komponen sakelar yang bermasalah tersebut diketahui merupakan pasokan dari Nidec Mobility Korea Corporation.
Menanggapi situasi ini, pihak NHTSA telah mengeluarkan imbauan khusus bagi para pemilik mobil yang terdampak. Hyundai sangat menyarankan agar pemilik kendaraan memarkir mobil mereka di area terbuka yang luas. Hal ini bertujuan agar jika terjadi percikan api, kebakaran tersebut tidak merembet ke kendaraan lain atau bangunan di sekitarnya. Pemilik diminta untuk tetap waspada hingga proses perbaikan resmi selesai dilakukan.
Hingga saat ini, pihak Hyundai menyatakan bahwa solusi teknis untuk memperbaiki kerusakan tersebut masih dalam tahap pengembangan intensif. Meskipun risiko ini tergolong serius, Hyundai menyebutkan bahwa diperkirakan hanya sekitar satu persen dari total 94.622 kendaraan yang terdampak yang benar-benar mengalami kerusakan pada komponen tersebut.
Sejauh ini, Hyundai telah menerima laporan mengenai dua insiden kebakaran di Amerika Serikat yang diduga kuat berkaitan dengan kendala komponen kursi tersebut. Namun, kabar baiknya, hingga awal Oktober ini, belum ada laporan resmi mengenai adanya kecelakaan fatal maupun korban luka yang diakibatkan oleh insiden kebakaran tersebut. Langkah recall ini diambil sebagai bentuk komitmen Hyundai dalam menjaga standar keamanan dan kepercayaan konsumen di pasar internasional.









Tinggalkan komentar