Cerita.co.id – Fenomena pergeseran gaya hidup masyarakat Indonesia dalam bertransaksi kini memasuki babak baru yang sangat signifikan. Penggunaan uang tunai yang selama ini menjadi primadona dalam aktivitas ekonomi sehari-hari, perlahan mulai ditinggalkan dan digantikan oleh kemudahan teknologi digital. Salah satu motor penggerak utama dalam transformasi ini adalah Quick Response Code Indonesian Standard atau yang lebih dikenal dengan QRIS.
Data terbaru menunjukkan bahwa ekosistem pembayaran digital di tanah air sedang mengalami lonjakan yang luar biasa. Hingga periode Juni 2026, tercatat volume transaksi melalui QRIS telah mencapai angka yang fantastis, yakni menyentuh Rp1,12 kuadriliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang sangat agresif, dengan kenaikan mencapai 93,92 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Lonjakan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata bahwa masyarakat semakin percaya pada keamanan dan kepraktisan sistem pembayaran nontunai. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah pengguna QRIS kini telah menembus angka 65,77 juta orang. Tidak hanya dari sisi konsumen, para pelaku usaha juga merespons tren ini dengan cepat. Saat ini, terdapat sekitar 44,86 juta merchant yang telah mengadopsi sistem QRIS, di mana mayoritas sebesar 96,68 persen merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Related Post
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menekankan bahwa arah digitalisasi nasional tidak boleh berhenti hanya pada urusan kemudahan membayar saja. Lebih dari itu, digitalisasi harus mampu menciptakan dampak nyata bagi produktivitas nasional. Analis Kebijakan Ahli Utama Kemenko Perekonomian, Rizal Edwin, menjelaskan bahwa konektivitas digital harus menjadi mesin penggerak bagi perdagangan, investasi, serta meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di kancah global.
Bagi para pelaku UMKM, kehadiran QRIS memberikan angin segar yang sangat besar. Dengan beralih ke sistem digital, pelaku usaha dapat memangkas biaya transaksi yang tidak perlu, memperluas jangkauan pasar, hingga mempermudah akses mereka terhadap pembiayaan perbankan karena seluruh catatan transaksi tercatat secara sistematis.
Menariknya, kekuatan QRIS kini tidak lagi terbatas di dalam negeri. Melalui implementasi QRIS Antarnegara, masyarakat Indonesia kini dapat bertransaksi dengan mudah saat berkunjung ke luar negeri. Saat ini, sistem tersebut sudah terintegrasi dengan negara-negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Ke depannya, jangkauan ini akan semakin luas dengan rencana ekspansi ke Hong Kong dan Timor Leste.
Integrasi lintas batas ini menjadi pintu gerbang penting bagi integrasi ekonomi kawasan. Dengan sistem pembayaran yang menyatu, produk-produk UMKM Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar global, sementara sektor pariwisata dan arus investasi antarnegara dapat tumbuh lebih pesat berkat kemudahan transaksi yang ditawarkan.









Tinggalkan komentar