Suku Bunga BI Tetap Stabil Dunia Usaha Lega

Suku Bunga BI Tetap Stabil Dunia Usaha Lega

Cerita.co.id – Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan pelaku ekonomi. Langkah strategis yang diambil oleh bank sentral ini dinilai sebagai angin segar bagi stabilitas ekonomi nasional, terutama dalam memberikan kepastian bagi para pelaku usaha yang tengah berupaya menjaga ritme ekspansi di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan moneter tersebut. Menurut Kadin, menjaga suku bunga tetap stabil merupakan langkah krusial untuk memberikan jaminan mengenai biaya modal yang harus dikeluarkan oleh sektor riil. Dengan adanya kepastian ini, para pengusaha dapat melakukan perencanaan keuangan dan investasi jangka panjang dengan lebih terukur tanpa dihantui kekhawatiran akan lonjakan biaya pendanaan yang tiba-tiba.

Suku Bunga BI Tetap Stabil Dunia Usaha Lega
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa stabilitas suku bunga adalah kunci utama bagi pertumbuhan dunia usaha. Ia menjelaskan bahwa setiap lini bisnis, mulai dari skala kecil hingga besar, sangat bergantung pada ketersediaan dan keterjangkauan pendanaan untuk dapat terus berkembang. Tanpa adanya fluktuasi suku bunga yang ekstrem, pelaku usaha dapat lebih fokus pada peningkatan produksi dan penyerapan tenaga kerja.

COLLABMEDIANET

"Keputusan untuk mempertahankan BI-Rate menurut saya akan sangat membantu dunia usaha untuk terus tumbuh. Sebab, untuk bisa melakukan ekspansi dan berkembang, setiap pelaku usaha tentu membutuhkan dukungan pendanaan yang stabil," ungkap Anindya saat memberikan keterangan di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Lebih lanjut, Anindya menyoroti tantangan besar yang datang dari pasar keuangan internasional. Saat ini, kondisi ekonomi global sedang menghadapi tekanan, terutama dengan masih tingginya imbal hasil (yield) obligasi di Amerika Serikat. Fenomena ini kerap memicu volatilitas di pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia, karena adanya potensi aliran modal keluar.

Dalam situasi di mana pasar global sedang tidak menentu, kebijakan BI yang tetap konsisten dianggap mampu menjadi jangkar stabilitas. Dengan menjaga suku bunga tetap pada level yang kompetitif namun tetap terkendali, BI tidak hanya menjaga daya tarik aset keuangan domestik, tetapi juga memastikan biaya pinjaman perbankan tetap berada dalam koridor yang mendukung aktivitas ekonomi nasional.

Stabilitas ini diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif dari dinamika moneter global terhadap ekonomi domestik. Dengan biaya modal yang terjaga, sektor riil diharapkan tetap mampu bergerak lincah, menjaga daya beli masyarakat, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia agar tetap berada di jalur yang positif. Melalui sinergi antara kebijakan moneter yang tepat dan optimisme dunia usaha, target pertumbuhan ekonomi nasional diharapkan dapat tercapai meski di tengah badai ketidakpastian global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar