SPKLU Ricuh Antrean Ditolak

SPKLU Ricuh Antrean Ditolak

Cerita.co.id melaporkan sebuah insiden yang menjadi viral di media sosial, menunjukkan ketegangan antara dua pengemudi mobil listrik di salah satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Perdebatan sengit ini berpusat pada metode antrean pengisian daya, di mana salah satu pengemudi menolak mengikuti sistem antrean digital yang telah ditetapkan.

Video yang diunggah oleh akun X SmwGwOto memperlihatkan dua pria terlibat cekcok dan harus dipisahkan oleh petugas keamanan setempat. Menurut narasi dalam video, salah satu pengemudi telah mengambil antrean secara sah dengan memindai barcode pada mesin SPKLU dan mengaktifkannya melalui aplikasi PLN Mobile. Ini adalah prosedur standar yang dianjurkan untuk efisiensi.

SPKLU Ricuh Antrean Ditolak
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, seorang pengemudi mobil listrik BYD M6 disebut mengabaikan prosedur ini, memilih untuk menunggu secara manual sambil merokok di dekat charger. Ketika giliran pengemudi yang menggunakan barcode tiba, pengemudi BYD M6 tersebut justru marah dan menolak untuk mengalah. "Dia juga tadi ngantre, nggak pakai barcode," ucap pengemudi BYD M6, bersikeras pada metodenya sendiri.

COLLABMEDIANET

Situasi memanas hingga nyaris terjadi baku hantam, dengan pengemudi BYD M6 tetap kukuh pada keinginannya untuk antre manual, meskipun telah dijelaskan tentang sistem digital. Insiden ini menyoroti kesenjangan pemahaman antara pengguna teknologi canggih dengan aturan operasional yang menyertainya.

Perlu diketahui, PT PLN (Persero) telah mengimplementasikan sistem antrean digital untuk SPKLU melalui fitur AntreEV di aplikasi PLN Mobile. Fitur ini dirancang untuk memudahkan pengguna memantau antrean dan menghemat waktu, tanpa perlu menunggu fisik di samping charger. PLN_ID sendiri telah mengampanyekan fitur ini sebagai solusi praktis untuk menghindari kerumunan dan antrean panjang.

Proses penggunaan AntreEV cukup sederhana:

  1. Buka aplikasi PLN Mobile dan pilih menu EV.
  2. Cari dan pilih SPKLU yang dituju.
  3. Pindai QR code yang tersedia di lokasi SPKLU.
  4. Masuk ke fitur AntreEV untuk melihat kondisi antrean.
  5. Cek jumlah antrean dan estimasi waktu tunggu.
  6. Tunggu giliran atau pilih SPKLU alternatif jika waktu tunggu terlalu lama.

Meskipun sistem ini memungkinkan pengguna untuk tidak menunggu di lokasi, penting untuk tetap hadir tepat waktu. Jika dalam 2 menit tidak ada respons saat giliran tiba, antrean akan otomatis dibatalkan dan dilanjutkan ke antrean berikutnya. Insiden di SPKLU ini menjadi pengingat pentingnya edukasi dan kepatuhan terhadap sistem yang telah disediakan demi kenyamanan bersama.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar