Cerita.co.id melaporkan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia baru-baru ini mengumumkan langkah ambisius pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 Gigawatt peak (GWp), yang merupakan target Presiden Prabowo Subianto, akan direalisasikan secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Inisiatif besar ini menandai komitmen serius Indonesia untuk beralih menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Tahap awal pembangunan PLTS raksasa ini akan difokuskan di beberapa wilayah strategis. Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau menjadi lokasi prioritas dengan total kapasitas awal mencapai 5,3 GWp. Menurut Bahlil, percepatan program ini adalah tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi nasional sekaligus mewujudkan swasembada dan kedaulatan energi bagi Indonesia.
Dalam sebuah acara peluncuran program di Bali, Bahlil menegaskan bahwa implementasi proyek ini akan dilakukan secara masif. Skema pelaksanaan proyek 100 GWp dirancang untuk mengakomodasi partisipasi dari berbagai pihak, baik badan usaha swasta maupun pemerintah. Pemerintah akan memprioritaskan pengembangan melalui skema Independent Power Producer (IPP). Apabila ada investor yang mampu menawarkan harga listrik yang kompetitif dan efisien, proyek akan dipercayakan kepada pihak swasta tersebut.

Related Post
Namun, jika tawaran harga dari swasta dinilai tidak kompetitif atau tidak ada pihak swasta yang menunjukkan minat, pemerintah tidak akan ragu untuk mengambil alih pengerjaan proyek. "Jika harganya kompetitif kita berikan kepada IPP, namun bila tidak kompetitif atau tidak ada yang berminat, maka pemerintah akan mengambil alih melalui Danantara," jelas Bahlil. Skema ini dipastikan akan dijalankan dengan memperhatikan prinsip pembiayaan yang efisien, efektif, dan terjangkau, sesuai dengan arahan Presiden.
Program PLTS 100 GWp ini diperkirakan membutuhkan investasi yang sangat besar, mencapai sekitar USD 73 miliar, atau lebih dari Rp 1.140 triliun. Selain dampak lingkungan yang positif, proyek ini juga diproyeksikan akan membawa manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan. Diperkirakan, program ini mampu menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja baru dan menghasilkan efisiensi subsidi energi negara hingga Rp 73,9 triliun setiap tahunnya. Ini menunjukkan bahwa investasi dalam energi terbarukan tidak hanya tentang keberlanjutan, tetapi juga tentang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.








Tinggalkan komentar