Cerita.co.id melaporkan bahwa harga emas diproyeksikan akan mencapai level signifikan Rp2.720.000 per gram pada pekan mendatang. Potensi kenaikan ini menjadi sorotan utama bagi para investor dan pelaku pasar komoditas, mengingat dinamika pasar yang terus berubah.
Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, dalam riset terbarunya yang dikutip Cerita.co.id, memaparkan bahwa pergerakan harga logam mulia untuk satu minggu ke depan diperkirakan akan berada dalam rentang support Rp2.410.000 per gram hingga resistance Rp2.720.000 per gram. Ia juga menambahkan, secara lebih spesifik untuk jangka pendek, harga emas diproyeksikan bergerak di antara Rp2.580.000 per gram dan Rp2.623.000 per gram. Prediksi ini memberikan gambaran bagi para investor untuk menentukan strategi perdagangan mereka.
Meskipun ada potensi kenaikan signifikan, performa harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sepanjang pekan terakhir menunjukkan tren yang cenderung melemah. Setelah sempat menguat di awal pekan, harga emas kemudian terkoreksi, mencerminkan adanya tekanan jual di pasar.

Related Post
Pada Senin (27/7/2026), harga emas Antam ukuran 1 gram sempat naik Rp10.000, mencapai Rp2.622.000 dari sebelumnya Rp2.612.000. Kenaikan ini juga diikuti oleh harga buyback yang melonjak Rp18.000 menjadi Rp2.370.000 per gram. Namun, momentum positif tersebut tidak bertahan lama. Harga emas kemudian mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut. Pada Selasa (28/7/2026), harga turun Rp9.000 menjadi Rp2.613.000, dan kembali merosot Rp12.000 menjadi Rp2.601.000 per gram pada Rabu (29/7/2026). Fluktuasi ini menunjukkan dinamika pasar yang perlu dicermati oleh para pemegang aset emas.









Tinggalkan komentar