Cerita.co.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah menggenjot pembangunan lebih dari 13.000 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang lebih dikenal sebagai dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif strategis ini diumumkan pada Rabu, 29 Juli 2026, sebagai upaya masif untuk mengatasi permasalahan gizi di berbagai wilayah dengan fokus pada penyediaan makanan bergizi gratis.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, atau akrab disapa Zulhas, menegaskan bahwa wilayah dengan prevalensi stunting yang tinggi menjadi fokus utama penyelesaian proyek ini. Daerah-daerah seperti Papua Pegunungan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan prioritas tertinggi dalam percepatan pembangunan dapur-dapur gizi tersebut, mengingat urgensi penanganan masalah gizi di sana.
Menurut Zulhas, total sekitar 13.000 titik SPPG yang direncanakan akan diselesaikan dalam dua tahapan berbeda, disesuaikan dengan tingkat urgensi dan kebutuhan di lapangan. Tahap pertama, yang ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan, akan memprioritaskan daerah-daerah tertinggal dengan angka stunting yang sangat tinggi, termasuk Papua Pegunungan dan NTT. Sementara itu, sebagian besar titik lainnya yang tersebar di wilayah Sumatera dan Jawa, serta daerah lain yang membutuhkan, akan diselesaikan dalam kurun waktu sekitar dua bulan.

Related Post
Keputusan pembagian tahapan ini, lanjut Zulhas, diharapkan dapat memberikan kepastian bagi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan SPPG. Hal ini juga bertujuan untuk meredam potensi aksi protes atau kebingungan terkait kelanjutan proyek, memastikan bahwa semua pemangku kepentingan memahami jadwal dan prioritas yang telah ditetapkan. Detail lebih lanjut mengenai bentuk penyelesaian dan operasionalisasi dapur-dapur gizi ini akan diumumkan kemudian.







Tinggalkan komentar