Cerita.co.id – Sebuah pemandangan tak lazim baru-baru ini menyita perhatian publik dan menjadi viral di media sosial. Sebuah mobil mewah Toyota Alphard, yang dikenal dengan citra premiumnya, tertangkap kamera sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, yang notabene merupakan BBM bersubsidi. Insiden ini kembali memicu perdebatan mengenai ketepatan sasaran penyaluran subsidi energi di Indonesia.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @ajaysyawali ini segera menyebar luas. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas sebuah Toyota Alphard dengan nomor polisi B-11-ALF sedang melakukan pengisian BBM RON 90 tersebut di sebuah SPBU. Suara dalam video itu terdengar mengomentari, "Alphard ngisinya Pertalite, canggih dunia," menyiratkan keheranan atas kejadian tersebut.
Padahal, jika merujuk pada buku panduan manual resmi Toyota Alphard, khususnya untuk model keluaran tahun 2023 ke atas, penggunaan Pertalite (RON 90) sama sekali tidak direkomendasikan. Pabrikan secara tegas menyatakan bahwa MPV mewah ini seharusnya mengonsumsi bahan bakar dengan Research Octane Number (RON) 91 atau lebih tinggi demi menjaga performa optimal mesin 2AR-FE yang diusungnya.

Related Post
Peringatan dalam manual tersebut bahkan lebih lanjut menegaskan bahwa penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai standar dapat berpotensi merusak komponen mesin dalam jangka panjang. Selain itu, pemilik juga diimbau untuk tidak menambahkan bahan aditif aftermarket yang mengandung logam, karena dapat berdampak negatif pada sistem pembakaran.
Untuk dapat membeli Pertalite, saat ini konsumen memang diwajibkan untuk mendaftar di laman MyPertamina dan menunjukkan QR code saat bertransaksi. Proses pendaftaran ini mencakup verifikasi kendaraan melalui foto yang diunggah, bertujuan agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran.
Meskipun demikian, berdasarkan Peraturan Presiden nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, terdapat empat jenis kendaraan transportasi darat yang diizinkan menggunakan BBM subsidi. Namun, khusus untuk Pertalite, hingga saat ini belum ada pembatasan pembelian berdasarkan kapasitas mesin (cc) kendaraan. Artinya, secara regulasi, semua kendaraan pribadi yang telah mendaftar dan lolos verifikasi di MyPertamina masih dapat membeli BBM jenis ini.
Fenomena Alphard mengisi Pertalite ini kembali menyoroti isu krusial mengenai ketepatan sasaran penyaluran BBM bersubsidi. Di tengah upaya pemerintah untuk mengoptimalkan subsidi agar dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, insiden semacam ini menjadi pengingat bahwa implementasi kebijakan masih memerlukan pengawasan dan penyesuaian lebih lanjut.








Tinggalkan komentar