Cerita.co.id melaporkan bahwa Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan kabar gembira bagi para petani padi di Indonesia. Kenaikan signifikan harga Gabah Kering Panen (GKP) yang melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) telah membawa dampak positif terhadap kesejahteraan mereka. Saat ini, rata-rata harga GKP mencapai kisaran Rp7.000 per kilogram, jauh di atas HPP yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Kondisi ini bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan dari meningkatnya pendapatan petani.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, pada Sabtu (18/7/2026), menegaskan bahwa situasi ini merupakan berkah tersendiri. "Tentu ada sisi positifnya. Petani kita sedang berbahagia," ujar Ketut, seperti dikutip dari Cerita.co.id. Ia menambahkan bahwa harga yang menguntungkan ini menjadi pendorong utama bagi petani untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Harapan untuk mencapai swasembada beras semakin terbuka lebar ketika petani merasa nyaman dan termotivasi untuk terus berproduksi.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) turut menguatkan optimisme ini. Hingga Juni 2026, indeks harga yang diterima petani padi tercatat mencapai 149,65, sebuah level tertinggi yang belum pernah dicapai sejak tahun 2019. Secara rata-rata tahunan, indeks tersebut juga menunjukkan peningkatan yang substansial, dari 104,99 pada tahun 2021 menjadi 141,31 pada tahun 2025. Angka-angka ini menunjukkan tren positif yang berkelanjutan dalam pendapatan petani.

Related Post
Pemerintah juga memastikan bahwa sepanjang tahun 2025, harga gabah di tingkat petani tidak pernah jatuh di bawah HPP Rp6.500 per kilogram. Berdasarkan catatan BPS, harga pembelian gabah terendah pada tahun tersebut terjadi pada April 2025, dengan rata-rata Rp6.712 per kilogram. Ini membuktikan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga demi kesejahteraan petani, sekaligus menjaga momentum peningkatan produksi beras nasional.









Tinggalkan komentar