Tol Indonesia Darurat ODOL

Tol Indonesia Darurat ODOL

Cerita.co.id melaporkan, fenomena truk Over Dimension Over Load (ODOL) masih menjadi momok serius bagi infrastruktur jalan tol di Indonesia. Kehadiran kendaraan dengan muatan berlebih ini bukan hanya mengancam keselamatan, tetapi juga mempercepat kerusakan jalan, memicu kerugian finansial yang signifikan bagi negara.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Ni Komang Rasminiati, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, menegaskan dampak destruktif dari pelanggaran muatan ini. "Pelanggaran muatan berlebih ini sangat berdampak signifikan pada kerusakan dini perkerasan jalan, yang mengakibatkan peningkatan biaya preservasi dan penurunan kecepatan kendaraan. Kemudian peningkatan risiko kecelakaan tingkat fatalitas, serta juga polusi dan emisi udara," papar Komang, menyoroti kompleksitas masalah ini.

Tol Indonesia Darurat ODOL
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Komang menekankan bahwa penertiban kendaraan ODOL adalah isu krusial yang memerlukan perhatian bersama. Upaya ini vital untuk menjaga kualitas layanan jalan tol, memastikan umur pakai infrastruktur yang lebih panjang, mendukung kelancaran logistik nasional, serta meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan tol.

COLLABMEDIANET

Realitas di lapangan menunjukkan tingkat pelanggaran ODOL yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data Weight in Motion (WIM) tahun 2025, rata-rata pelanggaran di ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga mencapai 17,62% dari total kendaraan non-golongan 1. Angka ini bahkan lebih tinggi di jalan tol Trans Sumatera yang dikelola PT Hutama Karya, dengan 21,29%. Ini berarti lebih dari seperlima kendaraan berat di Trans Sumatera terindikasi ODOL, sebuah ancaman nyata bagi keberlanjutan aset infrastruktur vital negara.

Kondisi ini menuntut langkah tegas dan terkoordinasi dari berbagai pihak terkait, mulai dari penegakan hukum hingga edukasi, demi mewujudkan jalan tol yang aman, nyaman, dan berumur panjang bagi kemajuan ekonomi dan mobilitas masyarakat Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar