Cerita.co.id melaporkan, tragedi di jalan raya kembali menghantam Kota Bekasi, Jawa Barat, pagi tadi. Sebuah truk wing boks diduga mengalami rem blong, menabrak sejumlah kendaraan yang tengah berhenti di lampu merah Jalan Cut Meutia. Insiden mengerikan ini mengakibatkan banyak korban berjatuhan dan mengalami luka-luka.
Rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial merekam detik-detik pasca-kejadian, menunjukkan pemandangan mencekam dengan beberapa korban tergeletak di aspal. Teridentifikasi di antaranya adalah pengemudi dan penumpang ojek online yang mengalami luka-luka. Total, satu mobil dan lima sepeda motor ringsek parah ditabrak oleh truk nahas tersebut.
Kanit Laka Lantas Polsek Rawalumbu, Iptu Asep Tiana, mengungkapkan kronologi awal kejadian. "Dugaan awal mengarah pada rem blong, di samping indikasi menerobos lampu merah saat kendaraan lain sudah melaju dari arah berlawanan," terang Iptu Asep Tiana, Senin (29/6/2026). Ia menambahkan, berdasarkan keterangan saksi, lampu lalu lintas di jalur truk sudah berwarna merah sebelum insiden terjadi.

Related Post
Insiden ini kembali menyoroti momok truk rem blong yang tak henti menghantui keselamatan pengguna jalan. Tak sedikit nyawa melayang akibat kecelakaan serupa yang melibatkan kendaraan besar dengan sistem pengereman yang tidak berfungsi optimal.
Praktisi keselamatan berkendara dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), Erreza Hardian, menyoroti serius permasalahan ini. Reza menjelaskan, dalam insiden tabrakan, kendaraan yang jauh lebih berat akan menimbulkan dampak kerusakan yang jauh lebih parah pada kendaraan yang lebih ringan, bahkan seringkali berujung pada fatalitas.
Menurut Reza, serangkaian faktor menjadi penyebab utama rem blong pada kendaraan besar. Di antaranya adalah brake fading atau kampas rem yang mengalami overheat akibat penggunaan berulang. Faktor lain adalah tekor angin, di mana tekanan udara untuk sistem pengereman menurun drastis sehingga rem tidak berfungsi. Kemudian ada vapor lock, kondisi di mana minyak rem mendidih dan membentuk gelembung udara, mengganggu kinerja pengereman. Terakhir, kesalahan pengemudi yang memposisikan transmisi ke netral saat mencoba menurunkan gigi, justru membuat kendaraan meluncur tanpa kendali.
Kasus kecelakaan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti dan menindaklanjuti pihak yang bertanggung jawab.









Tinggalkan komentar