Cerita.co.id – Indonesia bersiap menyambut era baru energi dengan peluncuran bahan bakar B50, campuran solar dan 50% minyak sawit, yang dijadwalkan meluncur pada bulan Juli ini. Kebijakan ini memicu pertanyaan di kalangan pemilik kendaraan diesel: apakah mesin mereka siap menenggak BBM ramah lingkungan ini? Pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri, memberikan jaminan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Yus, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa penggunaan biodiesel di Indonesia bukanlah hal baru. "Sejak 2008, kita sudah menggunakan biodiesel, dimulai dari campuran 2,5% hingga kini B40. Selama periode tersebut, komponen vital seperti seal, gasket, dan selang pada mesin diesel tidak menunjukkan masalah signifikan. Oleh karena itu, kekhawatiran terhadap B50 seharusnya tidak beralasan," jelas Yus dalam sebuah forum di Jakarta pada 27 Juni. Ia menambahkan, baik mesin diesel keluaran lama maupun baru, secara teoritis, siap menerima B50.
Meskipun demikian, Yus juga mengingatkan bahwa ketersediaan B50 tidak akan merata secara instan di seluruh SPBU. Pemerintah memiliki rencana untuk menghabiskan stok B40 yang ada dalam tiga bulan ke depan sebelum B50 didistribusikan secara penuh. "Di lapangan, konsumen mungkin masih akan menemukan B40 untuk sementara waktu, mengingat stok yang masih tersedia," imbuh pakar energi tersebut, mengindikasikan transisi yang bertahap.

Related Post
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan secara langsung mengenai kebijakan mandatori B50 ini. Menurutnya, langkah strategis ini akan mengakhiri ketergantungan Indonesia pada impor solar. "Bulan Juli ini, kita akan meluncurkan B50, solar yang 50% diolah dari kelapa sawit. Ini berarti kita tidak perlu lagi mengimpor solar dari luar negeri, menghemat devisa negara secara signifikan," tegas Prabowo saat berbicara di Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo pada 24 Juni lalu.
Presiden Prabowo juga menetapkan target ambisius, yakni mencapai swasembada energi dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan. "Kita bertekad untuk tidak lagi bergantung pada impor bahan bakar minyak atau energi apa pun," pungkasnya, menunjukkan komitmen kuat pemerintah terhadap kemandirian energi nasional.








Tinggalkan komentar