Meski kerap menunjukkan performa gemilang di lintasan, karier Marc Marquez di MotoGP kembali diterpa isu tak sedap. Cerita.co.id mendapatkan informasi bahwa pebalap Ducati asal Spanyol ini diyakini kuat akan menggantung helmnya dari ajang balap motor paling bergengsi itu pada tahun depan. Prediksi mengejutkan ini datang dari mantan pebalap sekaligus pengamat MotoGP, Jaime Alguersuari.
Alguersuari secara blak-blakan mengungkapkan keraguannya terhadap kelanjutan karier Marquez di musim depan. Menurutnya, faktor usia yang akan mencapai 34 tahun dan penurunan kemampuan fisik akibat serangkaian cedera parah menjadi alasan utama. "Saya rasa Marc tidak akan bertahan hingga 2027; dia tidak akan melukai dirinya sendiri lagi," ujar Alguersuari, seperti dikutip dari Motosan pada Rabu (17/6). Ia menambahkan, "Dia akan berusia 34 tahun, itu masuk akal. Dia sudah cukup. Selain itu, dia hanya akan kalah dan tidak mendapatkan apapun."
Situasi ini semakin diperkuat dengan fakta bahwa kontrak Marquez bersama Ducati akan berakhir pada penghujung musim ini. Hingga kini, belum ada pembahasan serius mengenai perpanjangan kontrak, meskipun sebelumnya sempat beredar rumor Ducati ingin menduetkannya dengan talenta muda Pedro Acosta. Alguersuari bahkan berpendapat, jika Marquez tetap bertahan, potensi persaingan sengit dengan Acosta justru akan merugikan keduanya.

Related Post
"Meskipun Pedro berkata, ‘Jangan pergi, bajingan, karena aku harus membuktikan siapa aku dengan mengalahkanmu.’ Dan jika Marc tetap bertahan, mereka akan memiliki motor yang sama, dan yang akan mereka lakukan hanyalah saling merusak secara permanen," jelasnya. Alguersuari menyoroti kesamaan insting balap antara Marquez dan Acosta. "Karena Pedro memiliki insting yang sama dengan Marc. Marc tidak mengizinkan, dan masih tak mau, siapa pun mengalahkannya. Namun dia tetap memberikan yang terbaik, dan dalam hal itu, Pedro lebih kuat," kata Alguersuari.
Mantan pebalap itu juga memberikan nasihat penting kepada Marquez agar tidak mengulangi kesalahan mantan rivalnya, Valentino Rossi. Menurutnya, Rossi terlalu lama bertahan di lintasan balap meskipun performanya sudah jauh menurun, yang hanya akan mempermalukan diri sendiri. "Rossi berpura-pura pensiun dan menghabiskan waktu yang sangat lama mempermalukan dirinya sendiri, yang menurut saya seharusnya tidak dia lakukan. Dia terus balapan sampai usia 42 tahun, ketika dia tidak pernah bisa memenangkan apa pun lagi," pungkas Alguersuari.








Tinggalkan komentar