Ferrari Listrik Pertama Bikin Melongo

Cerita.co.id, Jakarta – Pabrikan otomotif legendaris asal Italia, Ferrari, secara mengejutkan memperkenalkan mobil listrik (EV) perdananya yang diberi nama Luce. Dengan banderol fantastis mulai dari sekitar Rp 12 miliaran, kendaraan ini bukan sekadar inovasi, melainkan sebuah deklarasi radikal yang mendefinisikan ulang identitas kuda jingkrak di era elektrifikasi.

Melampaui ekspektasi desain Ferrari konvensional, Luce tampil dengan estetika yang benar-benar berbeda. Tampilan futuristik ini adalah buah kolaborasi dengan LoveFrom, studio desain yang digawangi oleh duo jenius di balik ikon Apple seperti iPhone dan Apple Watch, Jony Ive dan Marc Newson. Hasilnya, sebuah "glass house" super bersih, sayap aerodinamis yang seolah melayang di bagian depan dan belakang, serta fitur pintu baris kedua bergaya "suicide doors" yang mengingatkan pada kemewahan Rolls-Royce. Tak hanya itu, Luce juga memecahkan rekor sebagai Ferrari jalan raya pertama yang mengusung velg raksasa berukuran 23 inci di depan dan 24 inci di belakang, serta mampu menampung lima penumpang sekaligus.

Ferrari Listrik Pertama Bikin Melongo
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di balik kemewahan desainnya, Luce menyimpan kekuatan dahsyat. Ferrari menolak menggunakan motor listrik generik, memilih untuk mengembangkan empat motor listrik radial flux secara mandiri di Maranello. Teknologi ini bahkan mengadopsi langsung dari hypercar F80 dan mobil balap F1 mereka. Motor depan menghasilkan 282 HP (210 kW), sementara motor belakang menggila dengan 831 HP (620 kW). Ketika diaktifkan dalam "Boost Mode", Luce memuntahkan tenaga kombinasi sebesar 1.035 hp. Meski menggendong baterai besar yang membuat bobotnya mencapai 2.260 kg, Luce mampu melesat dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 2,5 detik saja, sebuah performa yang tetap memukau.

COLLABMEDIANET

Ferrari juga memastikan bahwa bobot hampir 2,5 ton tidak menjadikannya limbung. Luce dibekali teknologi suspensi aktif generasi ketiga yang diwarisi dari Ferrari F80, sistem "independent 4-wheel steering" yang memungkinkan keempat roda berbelok, serta "Torque Vectoring" yang presisi. Sistem ini mampu membagi tenaga ke setiap roda secara independen dalam hitungan milidetik. Berkat inovasi ini, Ferrari dengan percaya diri mengklaim bahwa kelincahan Luce setara dengan mobil sport yang bobotnya 400 kg lebih ringan.

Salah satu aspek unik lainnya adalah suara. Ferrari menolak manipulasi suara mesin melalui speaker di kabin. Luce justru menggunakan accelerometer presisi yang dipasang di poros roda belakang. Alat ini menangkap getaran asli dari komponen yang berputar, menyaringnya, dan menguatkannya melalui sistem khusus—mirip cara kerja gitar listrik. Hasilnya adalah raungan mobil listrik yang autentik dan dapat diatur volumenya oleh pengemudi. Benedetto Vigna, Chief Executive Ferrari, mengungkapkan bahwa proyek Luce—yang berarti "cahaya" dalam bahasa Italia—membutuhkan waktu pengembangan selama lima tahun penuh. Perusahaan juga menjamin bahwa semua komponen dibuat secara mandiri, memastikan kemudahan perbaikan dan perlindungan nilai jual kembali Luce di masa depan.

Bagi para kolektor dan penggemar yang tertarik, Ferrari akan mulai membuka keran pemesanan Luce di Eropa pada akhir tahun ini dengan harga mulai dari €520.000 atau setara sekitar Rp 12 miliaran. Sementara itu, pasar Amerika Serikat dan wilayah global lainnya baru akan mendapatkan unit pada kuartal kedua tahun 2027. Sebuah era baru bagi Ferrari telah dimulai, dan Luce menjadi manifestasi paling berani dari visi tersebut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar