Cerita.co.id, nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa kemarin. Mata uang Garuda ini terdepresiasi 38 poin atau sekitar 0,22 persen, menembus level Rp17.706 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini tak lepas dari sentimen global yang memanas, khususnya terkait dinamika politik di Timur Tengah.
Menurut pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, gejolak di kancah internasional menjadi pemicu utama pergerakan rupiah. Ia menyoroti pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memutuskan menunda serangan militer terhadap Iran. Penundaan ini bertujuan membuka ruang negosiasi demi mengakhiri konflik yang telah lama memanas di kawasan Timur Tengah.

"Trump menyatakan pada Senin bahwa ada peluang sangat baik Amerika Serikat dapat mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir, beberapa jam setelah mengumumkan penundaan aksi militer untuk memungkinkan pembicaraan," tulis Ibrahim dalam risetnya yang dikutip Cerita.co.id.

Related Post
Konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah ini secara efektif telah mengancam Selat Hormuz, jalur air vital yang menjadi arteri bagi sekitar seperlima pasokan minyak global. Kekhawatiran akan gangguan pasokan energi ini sontak memicu ketidakpastian di pasar keuangan global, termasuk Indonesia, dan berdampak pada pergerakan nilai tukar mata uang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin lalu mengkonfirmasi bahwa posisi Teheran telah disampaikan kepada AS melalui Pakistan, meski tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Sementara itu, seorang pejabat Pakistan yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa Islamabad telah menyampaikan proposal baru antara kedua belah pihak, namun mengakui kemajuan yang lambat. Di sisi lain, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, sempat melaporkan bahwa Washington telah setuju untuk mencabut sanksi atas ekspor minyak Teheran selama negosiasi. Namun, klaim tersebut segera dibantah oleh seorang pejabat AS, menambah kompleksitas situasi dan ketidakpastian pasar.









Tinggalkan komentar