Cerita.co.id, Jakarta – BYD Motor Indonesia secara resmi meluncurkan kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pertamanya di Indonesia, BYD M6 DM. Peluncuran ini menandai langkah strategis BYD untuk memperluas jangkauan pasar otomotif Tanah Air, khususnya menyasar daerah-daerah yang infrastruktur kendaraan listriknya masih terbatas.
Menurut Luther Panjaitan, Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, teknologi PHEV Dual Mode (DM) hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat Indonesia yang mendambakan kendaraan elektrifikasi tanpa harus khawatir dengan ketersediaan stasiun pengisian daya atau keterbatasan jarak tempuh.

"Seiring berjalannya waktu, kami menerima banyak masukan dan wawasan, terutama dari area pedesaan atau luar kota, yang menunjukkan adanya kekhawatiran. Meskipun ada keinginan kuat untuk beralih ke EV, masih ada kecemasan terkait hal-hal yang belum bisa dijawab oleh kondisi kendaraan EV yang ada saat ini," jelas Luther dalam sebuah kesempatan di Tangerang.

Related Post
Luther menambahkan, mobil PHEV seperti M6 DM sangat ideal untuk penggunaan di daerah-daerah yang memerlukan kendaraan dengan durabilitas tinggi, jangkauan yang memadai, dan di sisi lain masih menghadapi tantangan infrastruktur pengisian daya.
Selain itu, Luther juga menyoroti dinamika ekonomi terkini, khususnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang mendorong masyarakat mencari kendaraan lebih efisien. "Dinamika ekonomi sekarang, khususnya kenaikan harga BBM itu memaksa orang untuk mencari kendaraan-kendaraan yang lebih efisien. Kami melihat ini waktu yang tepat dan sesuai untuk sesegera mungkin kita bawa teknologi DM ini untuk menjawab semua kondisi dan situasi tersebut," lanjutnya.
Kehadiran M6 DM dengan teknologi DM ini diharapkan menjadi solusi komplementer bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan namun belum siap sepenuhnya bertransisi ke kendaraan listrik murni. "Saya percaya beberapa masyarakat, khususnya di daerah juga menunggu produk mobil ini. Kami menyebutnya complementary solution. Jadi, ini memberikan solusi, melengkapi kebutuhan akan kendaraan hijau saat ini, karena mungkin mereka masih belum mau langsung transisi ke EV," pungkas Luther.








Tinggalkan komentar