Motor Listrik Diskon Rp5 Juta

Cerita.co.id, Jakarta – Kabar gembira bagi para calon pengguna kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Pemerintah, melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, telah mengonfirmasi bahwa program subsidi untuk pembelian motor listrik akan kembali dilanjutkan pada tahun ini. Meskipun demikian, besaran insentif yang ditawarkan diperkirakan tidak akan sebesar periode sebelumnya, dengan perkiraan awal mencapai Rp 5 juta per unit. Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa detail final masih dalam tahap pembahasan, namun gambaran kasar sudah ada di meja.

Berbicara di Gedung BPPK Jakarta, Purbaya menjelaskan bahwa implementasi subsidi ini akan dilakukan secara bertahap dan tidak semua lapisan masyarakat akan langsung mendapatkan hak tersebut. "Tahun ini akan dimulai. Subsidi kemungkinan sekitar Rp 5 juta per motor, bisa jadi lebih, kita lihat nanti. Ini kan masih tahap awal," ujarnya, mengutip dari laporan detikFinance pada Sabtu (25/4).

Motor Listrik Diskon Rp5 Juta
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ia menambahkan, jumlah unit motor yang akan disubsidi masih dalam tahap pertimbangan. Sebelum kebijakan ini diresmikan, Menkeu akan berkoordinasi intensif dengan Menteri Perindustrian dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, sebelum kemudian melaporkannya kembali kepada Presiden. Ini menunjukkan pendekatan yang hati-hati dan terstruktur dalam perumusan kebijakan yang berdampak luas.

COLLABMEDIANET

Senada dengan Menkeu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya juga telah mengisyaratkan kemungkinan dilanjutkannya program subsidi untuk konversi motor bensin menjadi motor listrik. Bahlil menyebutkan bahwa biaya konversi saat ini sudah semakin terjangkau, berkisar antara Rp 5-6 juta. Namun, pemerintah tetap berkomitmen untuk meringankan beban masyarakat. "Teknologi konversi kini lebih murah, sekitar Rp 5-6 juta. Pemerintah akan berupaya hadir untuk mengurangi beban masyarakat dalam proses konversi ini," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan.

Mengenai format subsidi konversi, Bahlil mengakui ada kemungkinan akan serupa dengan skema sebelumnya. Namun, formulasi final masih akan dikaji mendalam oleh pemerintah, khususnya oleh Satuan Tugas Khusus Transisi Energi yang baru saja dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto. "Kami akan mencari formulasi terbaik. Satgas baru saja diumumkan, jadi setelah ini kami akan bekerja keras agar perencanaan lebih presisi," pungkas Bahlil, menandakan keseriusan pemerintah dalam mendukung transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar