Cerita.co.id, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melontarkan peringatan keras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai menghambat laju investasi di sektor energi. Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Senin lalu, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu untuk ‘merumahkan’ atau menyingkirkan pejabat yang menjadi biang keladi keterlambatan proyek-proyek strategis. Langkah drastis ini diambil sebagai respons terhadap kondisi global dan nasional yang menuntut percepatan realisasi investasi demi menjaga ketahanan energi nasional.
Bahlil menjelaskan bahwa situasi saat ini mengharuskan semua pihak untuk berada dalam "survival mode". Oleh karena itu, birokrasi yang lamban dan berbelit-belit tidak memiliki tempat dalam upaya pemerintah. Ia menekankan bahwa percepatan investasi di sektor energi bukan lagi sekadar prioritas, melainkan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.

"Kalau ada aturan yang menghambat, kita percepat. Kalau yang susah, kita mencoba untuk memediasi. Kalau ada staf yang memperlambat, kita rumahkan supaya jangan membuat gerakan tambahan. Kita ini enggak main-main, urusan energi ini," tegas Bahlil, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi tantangan energi yang kompleks.

Related Post
Sebagai wujud komitmen, Bahlil menyatakan akan memimpin langsung tim percepatan investasi. Ia akan bekerja sama dengan Kepala SKK Migas dan Wakil Menteri terkait untuk memberikan asistensi teknis secara intensif pada proyek-proyek strategis. "Sebagai bentuk keseriusan daripada pemerintah, saya meminta kepada Kepala SKK Migas dan Wamen untuk langsung mengasistensi secara teknis, dan ketuanya langsung saya yang pimpin," tambahnya, menekankan pendekatan langsung dan proaktif untuk mengatasi setiap hambatan di lapangan. Ancaman ini bukan sekadar gertakan, melainkan sinyal kuat bahwa percepatan investasi di sektor energi adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar, demi masa depan energi Indonesia yang lebih stabil dan mandiri.







Tinggalkan komentar