Cerita.co.id melaporkan, proyek ambisius Jalan Tol Harbour Road II (HBR II) yang membentang dari Ancol Timur hingga Pluit dengan nilai investasi fantastis Rp15,8 triliun, kini menjadi sorotan. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebagai kontraktor utama, baru-baru ini membuka detail progres dan berbagai kerumitan di balik pembangunan infrastruktur vital ini, termasuk kendala pembebasan lahan yang masih membayangi.
Jalan tol layang sepanjang 9,69 kilometer ini dirancang untuk memperlancar konektivitas di Ibu Kota, menghubungkan dua titik strategis dengan kecepatan desain hingga 80 km per jam. Dua simpang susun utama, Junction Ancol Timur dan Junction Pluit, akan menjadi gerbang penting bagi pengguna jalan. WIKA sendiri mendapatkan nilai kontrak sebesar Rp5,82 triliun untuk desain dan konstruksi proyek ini.

Hari Purnama, Project Manager HBR II, mengungkapkan bahwa pengerjaan proyek ini tidaklah mudah. "Tantangan utama kami berada di samping rel kereta api yang aktif, serta di area jalan tol dan jalan nasional yang padat lalu lintas. Ini menuntut manajemen lalu lintas yang sangat cermat," jelas Hari dalam keterangannya. Selain itu, kepadatan permukiman warga di beberapa titik juga menambah kompleksitas.

Related Post
Kondisi bawah tanah pun tak luput dari tantangan, mengingat keberadaan beragam utilitas seperti pipa gas dan kabel optik yang harus disesuaikan, bahkan direlokasi. WIKA berupaya keras menyesuaikan desain struktur, namun relokasi utilitas tak terhindarkan jika tidak memungkinkan.
Hingga kuartal I-2026, progres fisik proyek telah mencapai 32,31%. Namun, tantangan terbesar masih pada pembebasan lahan yang baru terealisasi 45%. Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Pertanahan Nasional/ATR terus berupaya menyelesaikan sisa lahan, terutama sekitar satu kilometer di ujung barat sisi selatan menuju Pluit yang memiliki kepadatan tinggi.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menargetkan jalan tol sisi selatan dapat beroperasi tahun ini. Sementara di sisi utara, proses pembebasan lahan masih berlangsung di beberapa titik, yang nantinya akan menutup jalan eksisting untuk mendukung konektivitas. Nantinya, ruas tol Harbour Road II akan terintegrasi kembali dengan Harbour Road I, memudahkan akses menuju Bandara Soekarno-Hatta.








Tinggalkan komentar