Cerita.co.id, Jakarta – Kabar baik bagi perekonomian Indonesia! Pemerintah tengah berupaya keras mengurangi ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan strategi jitu untuk memangkas impor BBM hingga 3,9 juta kiloliter per tahun, yakni dengan mencampurkan etanol sebanyak 10% (E10) ke dalam BBM. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kemandirian dan kedaulatan energi, sesuai dengan target Presiden Prabowo.
Bahlil menegaskan bahwa kedaulatan energi mustahil dicapai jika Indonesia terus bergantung pada impor BBM. "Maka kemudian saya membuat caranya bagaimana supaya kita mengurangi impor, langsung kita melakukan mandatori etanol. Kalau etanol 10 persen, itu bisa menghemat impor 3,9 juta," ujarnya di Kompleks DPR RI, Kamis (22/1/2026).

Lebih lanjut, Bahlil menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor bensin pada tahun 2027. Impor akan difokuskan pada minyak mentah (crude oil) yang kemudian akan diolah di dalam negeri. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.

Related Post
Kehadiran Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang baru diresmikan diharapkan menjadi katalisator bagi kemandirian energi Indonesia. Kilang tersebut ditargetkan mampu memproduksi sekitar 5,8 juta kiloliter BBM. Dengan demikian, impor BBM yang sebelumnya berkisar antara 24-25 juta kiloliter dapat ditekan menjadi 19 juta kiloliter pada tahun 2026.
"Jujur saya katakan, ini by design dibuat supaya kita bergantung pada impor. Kalau ditanya menteri siapa yang anti impor, ya saya," tegas Bahlil.
Bahlil juga telah menginstruksikan Pertamina untuk meningkatkan produksi BBM RON 92, 95, dan 98 secara mandiri. "Maka apa yang saya lakukan, untuk RON 92, 95, dan 98, kita segera mengurangi impor. Tahun 2027, tidak boleh kita impor lagi. Saya sudah minta Pertamina, saya pimpin rapat sampai jam 2 malam supaya mampu memproduksi sendiri," tambahnya. Dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia semakin dekat dengan kemandirian energi.









Tinggalkan komentar