Cerita WNI Yang Tidak Mendapatkan Gaji Selama 3 Bulan dan Terjebak diPulau Solomon
Nasional

Cerita WNI Yang Tidak Mendapatkan Gaji Selama 3 Bulan dan Terjebak diPulau Solomon

Cerita WNI Yang Tidak Mendapatkan Gaji Selama 3 Bulan dan Terjebak diPulau Solomon

Cerita WNI Yang Tidak Mendapatkan Gaji Selama 3 Bulan dan Terjebak diPulau Solomon. Pengalaman seorang WNI ABK kapal Tugboat KKS 1281 memilikki cerita yang tidak mendapatkan bayaran yang layak dalam beberapa bulan terakhir.

Para ABK Kapal ini menunggu kepastian pihak agensi memulangkan mereka.

Eliasab Timisela menyatakan bahwa dirinya dengan 21 orang lainnya masih menunggu kepastian untuk pulangkan. Dirinya mengaku bersama teman temannya tidak mendapatkan gaji selama 3 bulan bahkan tidak hanya itu saja tetapi kami juga tidak mendapatkan uang makan.

Makan seadanya, minum juga harus menunggu hujan turun untuk airnya di tampung. Mereka menunggu kepastian pemulangan di atas kapal yang bersandar di tangah tengah pulau Solomon, Oseania.

Saat ini kami juga belum di bayar, dan sudah mau 3 bulan belum ada kepastian serta uang makan juga di bayar, jadi kami harus mencari makan seadanya dan minum dari air hujan. Perusahaan Kapal ini pusatnya berada di Hongkong, namanya BMC Minning, hak kami masih di gantung sama perusahaan tersebut dan begitu banyak pembayaran yang belum di bayarkan, Ucap Eliasab Timisela yang di panggil Asto, Senin (28/9/2020).

Asto bercerita bahwa dirinya berserta 21 temannya harus berdiam diri dan menunggu di atas kapal tanpa adanya kejelasan, dan pada saaat dia atas kapal cuac eksterm juga menjadi kendala utama.

Tiga ABK Tidak di Bayar Selama 3 Bulan dan Terjebak di Tengah Pulau Solomon

Cerita WNI Yang Tidak Mendapatkan Gaji Selama 3 Bulan dan Terjebak diPulau Solomon

Dan kami sudah melakukan laporan kepada KBRI dan sampai 2 bulan berlalu belum ada perkembangan sama sekali.

Asto yang sudah bekerja selama 10 bulan menjadi ABK menceritakan bahwa awal mula masalah terjadi berawal dari informasi bahwa dari bulan agustus hingga desember tidak akan memuat barang barang. Dan akan mengurangi gaji sebesar 50 persen.

Dan apabila tidak menerima gaji di turunkan maka akan di pulangkan ke Indonesia, dan akhirnya Asto beserta teman lainnya menolak pemotongan gaji 50 persen dan meminta untuk kembali ke indonesia. Namun pemulangan tidak kunjung tiba terlaksana.

Pengalaman ABK Yang Terjebak di Tengah Pulau Solomon Dan Belum Mendapatkan Gaji

Sehingga sampai saat ini kami sambil menunggu pembayaran hak hak kami yang belum di bayarkan dan menunggu pemulangan.

Saya melihat bahwa pembayaran gaji yang tertunda sepertinya bukan dari perusahaan dari hongkong, namun pada agensi yang ada di tanjung pinang. Karena ketika kami meminta nomor hongkong dari pihak mereka (agensi) tidak mau mmemberikan dengan alasan tidak tahu dan berbagai alasan lainnya.

Karena perusahaan hongkong membayarkan gaji berupa rupiah, dan di kirim dahulu ke tnajung pinang, setelah itu baru di tranfer ke rekning masing masing. Ucapnya.

Dan dirinya juga mengatakan bahwa tidak hanya 21 orang saja, tetapi ada 70an WNI yang memilikki masalah dengann peruahaan Hongkong ini.

Related posts

Pekerja Migran Asal Cianjur 6 Tahun Tidak Digaji di Yordania

Melda Ridayana

Komisioner Tinggi HAM Soroti Polusi Berpotensi Membunuh Anak

Rizki Amrulah

PSBB Dievaluasi Presiden Jokowi khususnya Daerah Terapan PSBB

Rizki Amrulah

Orang Tua Yang Tewas Karena Tertimpa Pohon

Melda Ridayana

Pertamina Harus Bertanggung Jawab Atas Tumpahan Minyak

Rizki Amrulah

Gempa Terjadi Melanda Tuban M 5,6

Rizki Amrulah

Leave a Comment