DKI Jakarta Menyetorkan Setoran Kas 2.47M
Ekonomi dan Bisnis

DKI Jakarta Menyetorkan Setoran Kas 2.47M

DKI Jakarta Menyetorkan Setoran Kas 2.47M Dari Denda Pelanggar PSBB

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyetorkan sejumlah setoran uang kas sebesar 2.47M pada kas daerah yang didapatkan dari denda terhadap para pelanggar PSSB.

Arifin selaku Kasatpol PP Jakarta mengatakan jika total denda tersebut telah terkumpul dari PSBB pada periode kedua sampai dengan perpanjangan PSBB.

Sebagai informasi, Anies Baswedan selaku Gubernur Jakarta telah memutuskan untuk kembali memperpanjang PSBB saat masa transisi untuk 2 pekan lamanya. Perpanjangan PSBB ini sendiri akan dilaksanakan pada 31 Juli sampai dengan 13 Agustus.

DKI Jakarta Menyetorkan Setoran Kas 2.47M

3 Sektor Yang Membuat DKI Jakarta Dapat Menyetorkan Setoran Kas 2.47M

Arifin pada keterangannya yang tertulis pada hari Selasa 4 Agustus 2020 menyatakan “Total dari keseluruhan atas denda yang terkumpul sampai saat ini ada sektiar 2.47M. Dana tersebut terkumpul dari pada 3 sektor. Dari yang tidak menggunakan masker, kemudian pada sektor fasilitas umum, dan juga sektor sosial budaya PSBB tahap 2”.

Arifin telah menyampaikan jika aturan PSBB yang terbilang paling banyak pelanggarnya adalah penggunaan masker. Sampai dengan tanggal 3 Agustus, telah tercatat sebanyak 62.198 penduduk yang terkena sanksi denda dikarenakan tidak memakai masker. Rinciannya ada sebanyak 6811 yang telah dikenakan sanksi sebanyak nilai denda sekitar 1M. Sedangkan 55387 lainnya hanya dikenakan sanksi sosial kerja saja.

Namun, untuk total denda dari pelaku usaha yang telah melanggar PSBB karena tidak mematuhi kapasitas pengunjung atau protokol kesehatan adalah sekitar 370jt.

Arifin juga mengatakan kalau terdapat denda dari kegiatan industri pariwisata yang nilainya sampai 193jt.

DKI Jakarta Menyetorkan Setoran Kas 2.47M

Denda Diharapkan Dapat Memberikan Efek Jera Untuk Mencegah Penyebaran Covid 19

Menurutnya, penerapan sanksi ini bukan bertujuan untuk menambah kas daerah saja. Akan tetapi juga akan memberikan efek yang lebih besar terhadap masyarakat yang berupa efek jera.

Arifin juga menyampaikan jika dalam penegakan hukum tersebut akan ada efek efek jera yang akan dirasakan masyarakatnya. Sehingga dengan adanya efek jera tersebut dapat membuat para masyarakat lebih disiplin. Dan tentunya akan diharapkan juga adanya efek dimana para masyarakat dapat mematuhi ketentuan yang telah dibuat oleh pemerintah setempat. Sehingga kita dapat menanggulangi penyebaran dari pandemi yang terjadi yaitu covid 19.

Related posts

UMP DKI 2020 Ditetapkan 4.2 Juta

Rizki Amrulah

Pengobatan Gratis Pangalengan 1.000 Warga Antusias Terima

Rizki Amrulah

Pertamina mengklaim pertumbuhan laba bersih 20% di tingkat pertama

Rizki Amrulah

Medi Bastoni, Seorang Pria Yang Berjalan Mundur 700 KM Demi Menyelamatkan Hutan

Rizki Amrulah

Revisi UU KPK Membuat Investor Kabur

Rizki Amrulah

Logam Mulia Antam Dijual Lebih Murah

Rizki Amrulah

Leave a Comment