Polisi Menangkap Mucikari Pekerjakan ABG Jadi PSK
Nasional

Polisi Menangkap Mucikari Pekerjakan ABG Jadi PSK

Polisi Menangkap Mucikari Pekerjakan ABG Jadi Pekerja Seks Komersial

Polisi Menangkap Mucikari Pekerjakan ABG Jadi PSK. Subdit 5 Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap 6 Muncikari penjual anak di bawah umut. Para ABG yang menjadi korban ini di haruskan melayani nafsu para lelaki hidung belakang daerah Jakarta Utara.

Para Pelaku beraksi pada sebuah kafe di daerah Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara. Pihak kepolisian pun melakukan penangkapan pada 13 Januari 2020.

Selasa 21 Januari 2020, di Polda Metro Jaya Yusri mengatakan bahwa pada hari senin 13 Januari 2020 Penjaringan, Jakarta Utara di kafe Rawa Bebek melakukan penangkapan 6 orang sebagai tersangka dan sudah di tahan.

Seorang Mucikari di Tangkap Karena Memperdagangkan ABG Menjadi PSK

Polisi Menangkap Mucikari Pekerjakan ABG Jadi PSK

Kasus Perdagangan Manusia Kembali Terjadi, Seorang Mucikari di Tangkap

6 pelaku tersebut berinisial E, R, A, D, A dan TW yang mempunyai tugas masing – masing. Ada yang bertugas mencari anak di bawah umur untuk menjadi PSK. Seperti pelaku R yang menjadi mami di kafe tersebut. R pun akan melakukan pemaksaan pada anak di bawah umur untuk melayani tamu yang akan mendapatkan bayaran 150 ribu rupiah dalam 1 kalinya melayani tamu.

Nantinya dari 150 ribu itu akan di bagi lagi 60 ribu untuk anak yang akan di gajikan di akhir bulan dan sisanya untuk mami. Untuk pelaku D dan TW memiliki tugas untuk mencari anak di bawah umur yang akan dijualkan ke mami.

Anak yang dijual di hargai 750 ribu sampai 1,5 juta. Untuk pelaku A dan E akan membantu mami menawarkan seks dari anak – anak. Anak – anak pun akan di tampung di kafe dan tidak boleh keluar dari kafe tersebut hingga handphone pun terkena sita.

Pihak kepolisian mencatat sudah ada 10 anak – anak usia 14 sampai 18 tahun adalah korban pernjualan. Para pelaku pun akan dikenakan pasal 76I junto pasal 88 UU RI No 35/2014 mengenai perlindungan anak atau bisa juga Pasal 296 KUHP atau Pasal 506 KUHP yang akan dikenakan ancaman 10 tahun penjara.

Related posts

Inilah Kondisi Pramugari Lion Air Selepas Pulang Dari China

Melda Ridayana

Tn Komodo Punya Banyak Pantai Pink. Mana Yang Pink?

Melda Ridayana

2 Ekor Bebek Ramaikan CFD Hari Ini

Rizki Amrulah

Polisi Berhasil Menangkap Komplotan Pencopet HP di Konser

Rizki Amrulah

Satpol PP Padang Mengamankan Merek Minuman ‘Ngocok Yuk’

Rizki Amrulah

Mucikari Muda Soal Praktik Prostitusi Depok

Rizki Amrulah

Leave a Comment