deutsche bank
International News

AS Selidiki Dugaan Keterlibatan Deutsche Bank dalam Skandal 1MDB

Dugaan keterlibatan Deutsche Bank tengah diselidiki oleh Kementerian Hukum Amerika Serikat (AS) terkait kasus skandal korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Mereka Dituding melakukan pelanggaran terhadap aturan keuangan internasional.

Pada tahun 2014 lalu, Kementerian Hukum AS kini sedang melakukan penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan Deutsche Bank, apakah tergolong kasus pencucian uang atau korupsi soal 1MDB. Mereka dituding membantu lembaga tersebut dalam menghimpun dana sebanyak US$ 1,2 miliar atau setara dengan Rp 16,8 triliun. Padahal waktu itu banyak pihak yang meragukan kemampuan pengelolaan uang 1MDB, seperti yang dilansir dari AFP dan mengutip laporan surat kabar Wall Street Journal, pada hari Kamis (11/7).

“Deutsche Bank akan melakukan kerja sama dalam hal penyelidikan. 1MDB menyampaikan materi yang keliru kepada pejabat Deutsche Bank soal transaksi mereka dengan kami,” demikian isi pernyataan Deutsche Bank.

Tim Leissner, mantan bankir Deutsche Bank membantu proses penyelidikan, yang mengaku bersalah lantaran telah terlibatĀ  dalam kasus 1MDB. Jaksa penyidik saat ini tengah melakukan penelusuran terkait peran Tan Boon Kee, mantan Kepala Perwakilan Asia Pasifik Deutsche Bank yang sekaligus sebagai mantan rekan kerja Leissner.

Tan adalah seorang wanita yang pada tahun lalu telah mengundurkan diri dari Deutsche Bank, usai ia diketahui telah menjalin kontak dengan Low Taek Jho alias Jho Low, seorang mantan pakar keuangan Malaysia. Low merupakan tokoh kunci kasus tersebut dan kini telah berstatus sebagai buronan.

Akhir-akhir ini, Deutsche Bank dikabarkan tengah terlilit hutang. Senator Fraksi Demokrat di Kongres meminta supaya Bank Sentral AS membantu proses pemeriksaan transaksi yang mencurigakan antara Deutsche Bank, Presiden AS, Donald Trump dan menantunya Jared Kushner, pada bulan Juni lalu.

Pada akhir pekan lalu, Deutsche Bank mengumumkan akan melakukan PHK terhadap 18.000 karyawanya hingga tahun 2022 mendatang. Mereka mengatakan alasannya adalah untuk mempertahankan keuntungan. Keputusan tersebut dilakukan, diduga sebagai langkah terakhir usai rencana dan negosiasi merger dengan Commerzbank, yang merupakan bank asal Jerman juga, gagal pada awal tahun 2019 ini.

Related posts

Pilot Jet Tempur Jatuh di Laut Utara Inggris yang Ditemukan Tewas

Rizki Amrulah

Trump Terapkan UU Baru Untuk Menekan Harga Obat-obatan di AS

Rizki Amrulah

Sri Lanka Menawarkan Visa Travel Gratis Kepada Pelancong Indonesia

Rizki Amrulah

Murid Terbangkan Pesawat Pertama Kali Saat Instruktur Pingsan

Rizki Amrulah

China Tengah Disapu Angin Tornado

Melda Ridayana

Pengalaman Miley Cyrus Yang Hampir Menjadi Lesbi Karena Liam Hemsworth

Rizki Amrulah

Leave a Comment