penjara
International News

Diplomat AS Dipenjara Karena Bocorkan Dokumen Intelijen ke China

Candace Marie Claiborne, diplomat Amerika Serikat (AS) divonis hukuman selama 40 bulan penjara serta dikenakan denda sebanyak US$ 40 ribu atau Rp 566 juta, lantaran ia telah membocorkan dokumen rahasia kepada pihak intelijen China.

John Selleck, direktur pelaksana FBI mengatakan, “Claiborne telah dipercaya untuk menyimpan informasi khusus sebagai pegawai pemerintah AS, namun ia telah menyalah gunakan kepercayaan tersebut dengan mengorbankan keamanan negara kita.”

Ia juga menuturkan bahwa, “Penargetan pemegang izin keamanan AS oleh intelijen China adalah suatu ancaman secara terus-menerus yang kita hadapi, dan hukuman hari ini menunjukkan bahwa mereka telah mengkhianati kepercayaan penduduk AS yang akan diminta soal pertanggung jawaban atas tindakan yang telah mereka lakukan.”

Pada bulan April lalu, AFP mengabarkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah Claiborne mengaku bersalah terhadap persekongkolan dirinya dengan pemerintah China untuk menipu AS. Persengkokolan tersebut adalah bagian dari kasus penting yang telah melibatkan para pejabat AS yang memiliki akses untuk mrlihat data intelijen rahasia dalam perekrutan China sebagai mata-matanya.

Ia telah berhianat, sebab sebagai pegawai pemerintahan AS dan telah diberikan kepercayaan secara khusus, namun telah membocorkan dan menyembunyikan hubungan antara dirinya dengan agen asing. Claiborne adalah seorang spesialis manajemen di kantor Kemenlu AS yang berbasis di Beijing dan Shanghai. Di awal tahun 2007 silam ia telah terlibat skandal bersama 2 orang agen dari kemenlu China.

Pihak kementerian Kehakiman AS menuturkan bahwa 2 orang agen asal China tersebut telah memberikan sejumlah uang puluhan ribu dolar Amerika untuk Claiborne. Dan sebagai imbal baliknya, ia harus bersedia membocorkan dokumen serta informasi mengenai aktivitas Kemenlu AS.

Namun hal ini bukanlah kasus pertama yang terjadi dan dapat membahayakan keamanan serta intelijen AS. Mantan petugas CIA, Kevin Mallory, pada bulan Mei lalu telah dihukum 20 tahun penjara sebab ia terbukti menjadi spionase untuk China.

Jerry Chun Shing Lee, mantan agen CIA, di bulan yang sama juga mengaku bersalah sebab ia telah menjadi spionase untuk China.

Pada bulan Januari 2018 lalu, akhirnya ia ditangkap sebab telah dicurigai memberikan informasi kepada pihak China untuk menjatuhkan jaringan informasi CIA di China, antara tahun 2010 dan 2012. Diprediksi ia menerima hukuman penjara seumur hidup.

Christopher Wray, Direktur FBI juga mengatakan bahwa China adalah salah satu ancaman yang serius bagi intelijen AS.

Related posts

Listrik Kembali Nyala, Warga New York Bersorak

Melda Ridayana

Trump Umumkan Perjanjian Damai Antara Bahrain dan Israel

Melda Ridayana

Mobil Listrik Tesla Kini Harganya Kurang dari Rp 400 Juta

Melda Ridayana

Restoran Pizza Hut di Amerika Terancam Bangkrut

Melda Ridayana

Serangan Udara Terjadi di Yaman Menewaskan 13 Warga 4 Diantaranya Anak-Anak

Rizki Amrulah

Penembakan 4 Warga Palestina Bersenjata yang di Lakukan Tentara Israel

Melda Ridayana

Leave a Comment