kapal china
International News

Kapal China Dekati Zona Latihan Perang Australia-AS

Australia dikabarkan telah mendeteksi pergerakan dari kapal pengintai milik Angakatn Laut (AL) China yang mendekati wilayah teritorialnya, pada hari Senin (8/7). Letnan Jenderal Greg Bilton, Kepala Operasi Gabungan Angkatan Pertahanan Udara Australia berpendapat bahwa kapal pengintai China tersebut akan mendekati wilayah perairan di pantai timur Australia untuk mengintip latihan militer yang tengah dilakukan Amerika Serikat (AS) dengan Australia.

“Kami berhasil melacaknya. Kami belum tahu tujuan pastinyanya, namun kami menduga bahwa mereka akan mendekati pantai timur Negara Bagian Queensland dan kami akan mengambil sejumlah langkah untuk merespon dengan tepat,” ujar Bilton, kepada wartawan di Brisbane, Ibu Kota Queensland, seperti yang dikutip dari Reuters.

Latihan perang yang dilakukan oleh AS dengan Australia diberi sandi Talisman Sabre. Sejumlah jet tempur dan 25 ribu personel gabungan dari kedua negara ikut terlibat dalam latihan militer itu. Latihan militer rutin selama dua tahunan tersebut akan berlangsung hingga bulan Agustus mendatang.

Kabar mengenai manuver yang dilakukan oleh kapal pengintai China tersebut mencuat setelah 3 kapal China berlabuh di Sydney, Australia, di bulan Juni lalu. Kedatangan sejumlahkapal itu tak diumumkan dan dilakukan pada saat memperingati 30 tahun tragedi Tianamen.

Sementara itu, latihan Talisman Sabre berlangsung ketika relasi AS dan China terus memburuk dalam beberapa bulan terakhir, terutama akibat perang dagang dan pembangunan pulau reklamasi oleh Beijing di Laut China Selatan.

Sengketa mengenai Laut China Selatan itu sudah terjadi sejak lama dan memperburuk hubungan antara China dengan AS. Sebab China menyatakan bahwa 90% wilayah laut China Selatan adalah wilayah kedaulatan miliknya.

Klaim yang dilakukan China itu bertentangan dengan klaim yang dilakukan oleh beberapa negara di Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina dan Taiwan. Walaupun AS tak ikut ditengah konflik Laut China Selatan, namun AS menolak keras klaim sepihak yang dilontarkan oleh China.

As mengatakan bahwa Laut China Selatan adalah perairan wilayah internasional dan pihaknya berupaya untuk mempromosikan kebebasan dalam melakukan navigasi di wilayah jalur utama pelayaran global. Sedangkan Australia dan China sedang bersaing dalam merebut pengaruh di wilayah Pasifik Selatan yakni sebuah wilayah yang didominasi oleh sejumlah kepulauan yang kaya akan sumber daya alamnya.

 

Related posts

Pangeran Hisahito Berkunjung Ke Bhutan

Rizki Amrulah

Tim Arkeolog Menemukan Dua Kuburan Kapal Viking Baru di Swedia

Melda Ridayana

AS Evaluasi Bukti Iran Menyerang Kilang Minyak Arab

Rizki Amrulah

Russia Mencoba Torpedo Yang Ditenagai Nuklir

Rizki Amrulah

Pacar Berantam Dengan Pilot Pramugari Mendapatkan Hukuman

Rizki Amrulah

2 Pria Melakukan Penjarahan Rumah Pada Saat Kebakaran di Oregon

Melda Ridayana

Leave a Comment