deutsche bank
International News

Deutsche Bank Akan PHK 18.000 Karyawannya

Deutsche Bank akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 18.000 karyawannya sampai tahun 2022 mendatang. Pemangkasan terhadap jumlah karyawan dilakukan untuk efisiensi biaya perusahaan yang mencapai US$ 6,7 miliar per tahunnya.

Seperti yang dilansir dari AFP (8/7) bahwa, “Hari ini kami telah mengumumkan transformasi paling mendasar dalam beberapa dasawarsa terakhir dan memulai kembali Deutsche Bank.” Ia tak membeicarakan secara detail terkait PHK yang akan dilakukan oleh perusahaannya tersebut. Namun Sewing mengisyaratkan bahwa pemangkasan tersebut banyak terjadi di Jerman.

Seperti yang diketahui, bahwa Deutche Bank memiliki karyawan hingga 74 ribu karyawan. Sehingga dengan melakukan PHK terhadap 18.000 karyawan mereka akan memangkas sekitar seperlima dari total karyawannya.

Para petinggi perusahaan telah meminta jajaran manajemen untuk melakukan strukturisasi organisasinya sebelum melakukan PHK terhadap karyawan-karyawannya. PHK dilakukan sebab kerugian yang dialami oleh perusahaan semakin meningkat. Pada kuartal kedua 2019, perusahaan diprediksi telah mencatat kerugian sebesar US$ 2,8 miliar.

Karena kinerjanya yang tak menguntungkan itu, perusahaan tidak akan membagikan dividen, baik tahun ini maupun tahun depan.

PHK yang akan dilakukan oleh Deutche Bank merupakan upaya terakhir mereka untuk menyelamatkan perusahaannya dari keterpurukan. Perusahaan itu sebelumnya telah mengalihkan fokus bisnisnya, dari yang awalnya melakukan persaingan dengan perusahaan raksasa Amerika Serikat hingga hanya bersaing di kawasan Eropa saja.

Bukan hanya sektor perbankan saja, sektor keuangan lainnya juga tengah mengalami keterpurukan seperti asuransi. Perusahaan asuransi asal Inggris, Aviva juga telah berencana melakukan PHK terhadap 1.800 karyawannya. PHK itu dilakukan selama 3 tahun ke depan.

Kebijakan ini sesuai dengan arahan bos baru perusahaan, Maurice Tulloch, yang ingin menempuh langkah efisiensi. Saat ini, tercatat seluruh karyawan perusahaan mencapai 30 ribu orang. Tulloch menyebut perusahaan berupaya memotong biaya sebesar 300 juta poundsterling atau setara US$380 juta) per tahun pada 2022.

 

Related posts

Philadelphia Adanya Penembakan Tim SWAT Menyelamatkan 2 Polisi Terkena Tembak

Rizki Amrulah

Duterte Tantang AS Kirim Militer ke Laut China Selatan

Melda Ridayana

Pemerintah Indonesia Mendesak Penduduknya Untuk Menunda Perjalanan Wisatanya Ke Hong Kong Sementara

Rizki Amrulah

Pacar Berantam Dengan Pilot Pramugari Mendapatkan Hukuman

Rizki Amrulah

Pembeli iPhone 11 Antri 30 Jam

Rizki Amrulah

Bayi kembar panda yang lahir di kebun binatang Belgia

Rizki Amrulah

Leave a Comment