justice for victoria
International News

Ribuan Massa di Myanmar Tuntut Keadilan Bocah Korban Pemerkosaan

Ribuan massa melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor polisi Yangon, Myanmar, pada hari Sabtu (6/7). Mereka meminta keadilan dan transparansi terhadap kasus pemerkosaan anak yang terjadi pada beberapa waktu belakangan ini, yang menjadi pusat perhatian publik seluruh Myanmar.

Seorang anak yang baru berusia 3 tahun, dijuluki Vivtoria, telah menjadi korban pemerkosaan pada saat Victoria dititipkan pada sebuah tempat penitipan anak yang berada di Ibu Kota Naypyitaw, pada bulan Mei lalu.

Pada pekan ini, polisi mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil menangkap salah satu tersangka. Walaupun begitu, massa terus mengkritik kerja pihak kepolisian yang dinilai lamban dan tak profesional dalam merespon laporan dari pihak keluarga sejak sebulan yang lalu.

Pihak penyelenggara aksi berpendapat bahwa ada sekitar 6.000 orang massa yang turum ke jalanan pada hari Minggu. Massa mengenakan kaos berwarna putih dengan sablon bertuliskan “Justice for Victoria”.

“Kami ingin penjelasan bahwa orang bisa mendapat keadilan untuk anak itu,” ujar salah satu demonstran Aung Htike Min (33). Mereka juga meminta kepada pemerintah agar menciptakan lingkungan yang lebih aman lagi untu anak-anak Di Myanmar.

Pada acara konferensi pers yang dilakukan pada hari Jumat kemarin, Aung Naing Thu, Wakil Direktur jenderal Kepolisian, menuturkan bahw apihak kepolisian telah memproses hukum seorang pengemudi di tempat penitipan anak itu. Sopir tersebut saat ini telah berada di dalam tahanan.

Ia mengatakan sedang melakukan penyelidikan menyeluruh, tetapi upaya untuk mengidentifikasi pelaku tertunda karena petugas sedang menunggu waktu untuk berbicara dengan korban yang kini sedang dalam berada dalam pemulihan.

Selain itu, ternyata tempat penitipan anak tersebut tak memiliki izin beroperasi, sehingga saat ini telah ditutup. Namun banyak yang merasa skeptis terhadap pernyataan yang dilontarkan oleh pihak kepolisian yang selama ini sering dituding tak berkompeten dan korup.

Seorang warga, Ye Myint Win (37) yang turun bersama istri dan anak perempuannya yang baru berusia 2 tahun menuturkan bahwa pihak polisi harus segera menangani kasus pemerkosaan terhadap anak-anak dengan lebih cepat dans erius lagi.

 

Related posts

Ariel Winter Kelihatan Bagian Intim Ketika Asyk Bermain

Rizki Amrulah

5.000 dievakuasi saat api Kepulauan Canary mengamuk

Rizki Amrulah

Skotlandia Ingin Memerdekakan Diri Dari UK

Rizki Amrulah

Private Escort Raja Salman Tewas Tertembak

Rizki Amrulah

Film Hobbs And Shaw Menurungkan Peringkat Pertama dari Lion King dan Menjadi Top Box Office di AS

Rizki Amrulah

Victoria’s Secret mempekerjakan model transgender pertama setelah kritik

Rizki Amrulah

Leave a Comment