Stop Aki Soak Mobil Jarang Dipakai

Stop Aki Soak Mobil Jarang Dipakai

Cerita.co.id – Fenomena aki soak bukan semata-mata karena faktor usia, melainkan lebih sering dipicu oleh kebiasaan penggunaan dan minimnya perawatan yang tepat dari pemilik kendaraan. Terutama bagi mobil yang jarang menyentuh aspal, risiko masalah kelistrikan ini justru meningkat drastis. Jangan sampai mobil kesayangan Anda mogok di tengah jalan hanya karena lalai merawat komponen vital ini.

"Aki mobil adalah jantung kelistrikan kendaraan, penyuplai utama daya yang vital untuk menghidupkan mesin dan memastikan seluruh sistem elektronik berfungsi optimal," terang Mohan Kurniawan, Kepala Bengkel Astra Peugeot Surabaya. Ia menegaskan, perawatan aki bukan sekadar rutinitas tambahan, melainkan bagian krusial untuk menjaga performa dan mencegah gangguan kelistrikan yang bisa berujung pada biaya tak terduga.

Stop Aki Soak Mobil Jarang Dipakai
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Secara umum, usia pakai aki mobil berkisar antara 2 hingga 3 tahun. Namun, angka ini sangat fleksibel dan bergantung pada pola penggunaan, kondisi kendaraan, serta jenis aki itu sendiri. Aki tipe basah, misalnya, cenderung memiliki masa pakai yang lebih pendek dan membutuhkan perhatian ekstra seperti pengecekan cairan elektrolit secara berkala, berbeda dengan aki Maintenance Free (MF) yang minim perawatan. Ironisnya, banyak kasus aki yang "mati muda" justru disebabkan oleh pola penggunaan dan perawatan yang kurang tepat, bukan karena usianya.

COLLABMEDIANET

Aki bekerja dengan menyimpan energi listrik melalui reaksi kimia dan akan diisi ulang oleh alternator saat mesin kendaraan hidup. Untuk memantau kesehatannya, pemeriksaan paling dasar adalah melihat tegangan aki menggunakan voltmeter atau battery tester. Dalam kondisi mesin mati, aki yang sehat umumnya menunjukkan tegangan sekitar 12,6 Volt hingga 12,8 Volt. Jika tegangan berada di kisaran 12,4 Volt, ini mengindikasikan daya aki mulai menurun. Lebih lanjut, bila tegangan di bawah 12 Volt, aki berisiko mengalami soak atau kehilangan kemampuan menyimpan daya secara optimal dan perlu segera diperiksa.

Sementara itu, saat mesin hidup, sistem pengisian dari alternator idealnya berada di kisaran 13,7 Volt hingga 14,7 Volt. Apabila tegangan pengisian berada di bawah angka tersebut, ada kemungkinan besar sistem pengisian daya tidak bekerja secara maksimal. "Secara teknis, tegangan rendah menandakan kemampuan penyimpanan daya pada aki mulai menurun. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh usia pakai, sulfasi pada pelat aki, atau sistem pengisian yang kurang optimal," tambah Mohan.

Anggapan bahwa mobil yang jarang digunakan akan membuat akinya lebih awet ternyata keliru besar. Justru, kendaraan yang terlalu lama "menganggur" di garasi lebih rentan mengalami penurunan performa aki dibandingkan mobil yang dipakai secara rutin. Untuk menjaga kondisi aki tetap prima, kendaraan disarankan digunakan minimal 20 hingga 30 menit dalam satu perjalanan. Durasi ini dinilai cukup agar proses pengisian daya oleh alternator berlangsung secara optimal. Bagi pemilik kendaraan yang jarang digunakan, menyalakan mesin setidaknya dua hingga tiga kali dalam seminggu adalah langkah penting untuk membantu menjaga kestabilan daya aki.

Perawatan lain yang tak kalah penting adalah menjaga kebersihan terminal aki. Terminal yang kotor atau berkarat dapat menghambat aliran listrik, yang berakibat pada sistem starter terasa berat dan performa kelistrikan menurun drastis. Selain itu, baik pada aki tipe basah maupun MF, posisi dan pengikat aki juga perlu diperhatikan secara saksama. Guncangan berlebih saat mobil melaju dapat memengaruhi kondisi sel di dalam aki dan mempercepat kerusakan. Oleh karena itu, pengikat aki harus selalu dalam kondisi baik agar posisi aki tetap stabil selama kendaraan digunakan.

Terakhir, pemilik kendaraan juga wajib memastikan sistem pengisian atau alternator bekerja normal. Alternator yang bermasalah dapat membuat aki terus-menerus kekurangan suplai daya, bahkan pada aki baru sekalipun. Beberapa gejala umum yang menandakan masalah pada alternator antara lain lampu indikator aki menyala di dashboard, starter terasa berat, hingga aki baru yang cepat kehilangan daya. Dengan perawatan proaktif dan pemahaman yang benar, Anda bisa memastikan aki mobil tetap prima dan terhindar dari masalah yang merepotkan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar