Jakarta Kembali Melakukan PSBB, Hanya Boleh Bawa Pulang Untuk Restoran
Nasional

Jakarta Kembali Melakukan PSBB, Hanya Boleh Bawa Pulang Untuk Restoran

Jakarta Kembali Melakukan PSBB, Hanya Boleh Bawa Pulang Untuk Restoran

Jakarta Kembali Melakukan PSBB, Hanya Boleh Bawa Pulang Untuk Restoran. Pemerintah DKI Jakarta akhirnya membuat keputusan untuk menerapkan PSBB lagi seperti yang di sebelumnya sudah di terapkan, dan untuk restoran hingga kafe masih di perbolehkan untuk beroperasi, namun hanya boleh di bawah pulang dan tidak boleh makan di tempat.

Anies menambahkan bahwa restoran dan kafe masih di biarkan untuk beroperasi tetapi hanya boleh bawa pulang, karena tempat usaha makan juga di nilai dapat membawa penularan virus corona kepada masyarakat yang berkumpul dan makan di tempat.

Restaurant Saat Ini Tidak Boleh Makan di Tempat Karena Akan di Lakukan PSBB

Jakarta Kembali Melakukan PSBB, Hanya Boleh Bawa Pulang Untuk Restoran

PSBB Kembali di Lakukan Untuk Mencegah Penularan Virus Corona di Jakarta

Sehingga tidak ada orang yang makan di tempat, karena makan di tempat adalah salah satu interaksi yang mengantarkan virus corona covid 19, jadi masyarakat hanya bisa membawa pulang makanannya ke rumah.

Dan Anies juga menyatakan masih ada 11 bidang esensial yang masih di biarkan beroperasi dengna kapasits yang seminimal mungkin tidak ada orang sehingga tidak ada penularan, jadi tidak beroperasi seperti dahulu hanya di kurangi.

Dan beberapa bidang bidang non esensial lain yang sebelumnya di berikan izin, nantinya akan di evaluasi ulang untuk menghindari penularan virus covid 19. Dan untuk orang orang yang bekerja di kantor sepertinya akan di minta untuk melakukan WFH Kembali mulai senin (14/9).

Related posts

Tol Cijago Seksi II Beroperasi Bulan Ini

Rizki Amrulah

Penangkapan Pengedar Sabu 7 KG Totalan Harga 7 Miliar

Melda Ridayana

Jokowi Tak Mau Ungkap Sebaran Corona : Hitung Juga Kepanikan Warga

Rizki Amrulah

Sohibul Mengkritik Pemerintah Lamban Soal Penanganan Corona

Rizki Amrulah

Hanum Rais Tidak Menghadiri Rapat Paripurna

Melda Ridayana

Rasisme di jantung konflik Jakarta-Papua

Rizki Amrulah

Leave a Comment